Pages

Wednesday, November 20, 2013

Rumah Knockdown untuk Properti Hotel

Danau Dariza Resort & Hotels, Cipanas Garut.

Rumah Knockdown Praktis untuk Properti Hotel.

Ingin mengkreasikan properti hotel Anda dengan rumah adat knockdown? Madani Raya, perajin rumah knockdown asal Tasikmalaya bisa menjadi partner yang terpercaya. Tinggal ceritakan konsep dan ide Anda, Madani Raya siap mewujudkannya.

--
Rumah knockdown atau bongkar pasang berkonsep panggung sebenarnya bukanlah hal asing di Indonesia. Memang istilahnya baru populer tepatnya ketika gempa tsunami dan rentetan bencana menerjang Indonesia beberapa waktu lalu.  Karena, rumah panggung  banyak dinilai sejumlah peneliti, tahan terhadap gempa dan bencana. Sehingga rumah panggung banyak didiskusikan dalam berbagai kesempatan ilmiah.

Sebagai bangsa Indonesia, kita boleh berbangga atas debut yang diwariskan nenek moyang tempo dulu yang membangun rumahnya bergaya panggung dan penuh filosofis. Rumah bagi mereka tak sekedar pelindung dari sengatan matahari dan dinginnya udara di malam hari, tetapi sekaligus pelindung dari ancaman  gempa dan bencana yang sewaktu-waktu menerjang. Apalagi di wilayah Indonesia yang notabene rawan bencana. Dampak cuaca rupanya sudah diperhitungkan matang oleh para pendahulu negeri ini.
Ola Beach Resort, Maluku. Foto : annisazainal.wordpres
Rumah adat panggung yang tersohor, diantaranya Rumah Gadang ala Sumatera Barat, Tongkonan dari Tana Toraja, Rumah Panggung Bugis, Rumah Batak Karo dan Rumah Panggung Manado. Rasanya tak terhitung, berapa jumlah rumah adat berkonsep panggung yang berdiri di nusantara.  Hampir setiap daerah baik di dataran rendah di pinggiran sungai maupun dataran tinggi di pegunungan memiliki rumah panggung dengan corak yang khas. Sebuah anugrah dan aset yang tak ternilai harganya.

Hanya saja karena modernisasi, eksistensi rumah panggung ini mulai tergerus jaman. Banyak rumah di daerah berganti menjadi rumah pondasi semen-pasir. Nyaris tak meninggalkan ciri khas. Dan, biasanya rumah adat panggung dapat dijumpai di area konservasi seni, museum atau pelosok daerah. 

Resort Sumber Alam, Cipanas, Garut
Namun begitu, ada gairah positif dari industri perhotelan untuk mengembalikan kejayaan rumah adat panggung lewat properti mereka.  Mereka membangun resor pinggir pantai maupun pegunungan dengan nuansa rumah panggung yang ciamik. Atmosfer menyatu dengan alam menjadi konsep yang rupanya mendapatkan sambutan bagus di pasaran. Peluang inilah yang ditangkap perajin rumah kayu untuk membuat aneka rumah adat  berkonsep panggung yang bisa dibongkar pasang sesuai kebutuhan (rumah knockdown).  Polesan interior bergaya moderen pun menambah nilai tersendiri.

Makanya tak heran, kemampuan perajin Indonesia mengkreasikan rumah-rumah panggung bernuansa adat  banyak dilirik oleh investor properti dan hotel di manca negara. Salah satunya, klien Madani Raya yang memiliki proyek resort di San Fransisco, Amerika Serikat. 

Salah satu hasil kreasi rumah panggung Madani Raya diantaranya :

Rumah Panggung Palembang 
Type 48 (panjang 8 m, lebar 6 m)
1 kamar tidur, ruang keluarga, ruang tamu, teras depan

Spesifikasi :
1. Rangka utama menggunakan kayu seru (kayu puspa)
2. Rangka atap menggunakan kayu seru (kayu puspa)
3. Dinding menggunakan kayu meranti merah
4. Lantai menggunakan kayu meranti/seru/sejenis
5. Plafon menggunakan kayu durian
6. Renda pagar menggunakan kayu durian
7. Pintu/jendela menggunakan kayu meranti merah
8. Kaca riben/bening
9. Kunci/engsel kualitas sedang
10. Atap standar daun rumbia
11. Tiang kayu segi empat

Rumah Betawi Tipe 60

3 kamar tidur dan ruang keluarga 











Spesifikasi :
  1. Rangka Utama Menggunakan Kayu Seru
  2. Rangka Atap Menggunakan Kayu Seru
  3. Kusen Pintu/Jendela Menggunakan Kayu Meranti
  4. Kunci/Engsel Mutu Sedang
  5. Lantai Menggunakan Kayu Meranti/Sejenis
  6. Dinding Menggunakan Kayu Meranti Merah
  7.  Plafon Datar Menggunakan Kayu Durian
  8.  Renda Pagar Menggunakan Kayu Durian
  9.  Daun Pintu/Jendela Menggunakan Kayu Meranti
  10.  Tiang Standart Segi Empat Menggunakan Kayu Seri 
Untuk bahan material, Madani Raya menyesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan klien. Selain rumah knockdown, Madani Raya juga melayani pembuatan gasebo, dan berbagai perangkat untuk resort, hotel, restoran dan sebagainya. 

Untuk pemesanan, bisa menghubungi  081310976735 (ika) or 08561787185 (Fadli), kami akan memberikan detil sesuai dengan kebutuhan Anda.  

Tuesday, November 19, 2013

Menginap di Swiss Belresort Watu Jimbar, Gratis Naik Heli ke Gili Trawangan


Siapa mau ? Tentu bagi Anda yang suka plesir atau sedang berencana cuti dengan berlibur ke Bali, sepertinya tawaran menarik nih. Segera deh pesan kamar di Swis-belresort Watu Jimbar yang terletak di jantung kawasan Sanur, Bali. Dan, bersiaplah mendapatkan kesempatan memenangkan Grand Prize wisata ke Gili Trawangan-Lombok dengan helikopter. 

 Grand Prize wisata heli menikmati keindahan alam Gili Trawangan ini diberikan untuk 4 orang. Di Gili Trawangan, Swiss-Belresort Watu Jimbar akan menjamu secara ekslusif pemenang Grand Prize dengan suguhan  seafood plus sampanye. Sambil menikmati membirunya laut dalam bentangan pasir putih nan berkilau, tentu menjadi pengalaman yang tak terlupa. 

Bagi penyuka surfing atau diving, pasti sangat terpanggil untuk menyapa ikan-ikan nemo menggemaskan yang menari lincah di bawah laut. Bolehlah ikut menari bersama. Bagi yang tak ingin surfing atau diving, jangan khawatir tetap bisa menikmati alam bawah laut Gili Trawangan yang menakjubkan. Airnya begitu jernih sehingga pemandangan dan kehidupan biota laut tertangkap jelas dari permukaan. 

gili trawangan, lombok
Panorama indah Gili Trawangan tersohor hingga ke manca negara. Sumber : panduan wisata lombok
Untuk mendapatkan kesempatan gratis berlibur ala heli di Gili Trawangan, syaratnya Anda cukup memesan kamar di Swiss Belresort Watu Jimbar dalam masa periode mulai 1 November hingga 31 Januari 2014. Harganya benar-benar bikin Anda tersenyum, cuma Rp 1.088.888 nett untuk dua malam. Pemesanan paket khusus ini harus dilakukan melalui website www.swiss-belhotel.com/swiss-belresortwatujimbar dan jangan lupa kodenya yaitu takeoffsbi. Pemenang Grand Prize  akan diberangkatkan secara bertahap pada periode 1 Maret hingga 30 Juni 2014. Promo ini dipersembahkan oleh Swiss-Belresort Watu Jimbar yang resmi melakukan grand opening pada kuartal pertama tahun 2014. 

Swiss-Belresort Watu Jimbar merupakan properti ke-39 yang dioperasikan oleh Swiss-Belhotel International di Indonesia. Berlokasi di kawasan premier Sanur, resort berbintang empat tersebut menawarkan 306 kamar terdiri dari 164 deluxe, 106 grand deluxe, 27 deluxe plunge pool dan 7 suite. Setiap kamar dilengkapi dengan balkon dan private jacuzzi yang terletak di area terbuka dan berhadapan dengan kolam renang. 

 Sedangkan untuk ruang pertemuan, Anda bisa memilih empat ruang dan ballroom berkapasitas maksimal 380 orang (standing reception), cocok untuk business meeting, seminar, convention, exhibition, wedding reception, dan gala dinner. Akses internet nirkabel dapat dinikmati di seluruh ruang pertemuan, area publik, kolam renang, restoran dan kamar. Pusat kebugaran dan spa juga disediakan untuk Anda yang ingin memanjakan tubuh. 

Hingga saat ini Swiss-Belhotel International telah mengelola 120 hotel dan resor mulai dari klasifikasi hotel/resor bintang dua hingga hotel/resor bintang lima di Asia-Pasifik dan Timur Tengah. Pernah meraih ITTA Award --Industri Perjalanan dan Pariwisata Indonesia (ITTA) sebagai pemenang kategori Jaringan Hotel International Terkemuka di Indonesia selama tiga tahun berturut-turut. 

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi : 
Teddy Manangka 
Regional Public Relations and Promotion Manager - Bali 
Swiss-Belhotel International, 
Bali Sales & Marketing Office 
Tel: (62 361) 846 8390 
Email: pr-bali@swiss-belhotel.com 
www.swiss-belhotel.com 

Alamat hotel 
Jalan Tamblingan 99 Sanur Bali 80226 
T : (62-361) 849 7000 F : (62-361) 849 7770 
http://www.swiss-belhotel.com/en/Indonesia/Bali/watu-jimbar

Saturday, November 16, 2013

Ketika Kejayaan Indonesia Terkuak di Jambi


wisata jambi, candi muaro jambi
Satu sisi candi di Komplek Candi Muaro Jambi. Sumber foto : detik travel
















Menguak Pesona Jambi.


Serius, awalnya mendengar provinsi ini, tidak ada yang istimewa. Apalagi sampai terperangah. Di pulau Sumatera, Jambi memang kalah pamor dengan provinsi tetangganya, Sumatera Selatan yang notabene termasyur sebagai pusat Kerajaan Sriwijaya, kerajaan Budha terbesar di Indonesia. Kekuasaannya membentang dari Kamboja, Thailand Selatan, Semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa dan pesisir Kalimantan. Sementara, di Sumatera Utara ada ikon Danau Toba. Daerah Brastagi juga populer. Kemudian, Sumatera Barat, siapa yang tak kenal dengan rendangnya, destinasi Ngarainya, Bukittinggi, dan Rumah Gadang Minangkabau yang begitu eksotis. Aceh tak kalah eksis dengan Mie Aceh dan kopinya, termasuk pula Gerakan Aceh Merdeka yang sempat meramaikan jagad raya. Dan, Lampung  eksis dengan Way Kambas, Pusat Pendidikan Gajah terbesar di Indonesia. Bengkulu, masih terangkat dengan adanya destinasi Rumah Pengasingan Bung Karno. 

 Lantas Jambi ? hmm jujur, belum nempel di benakku. Selintas tahu, ada obyek wisata sejarah Candi Muaro Jambi. Sekalipun aku dengar tentang Tempoyak (makanan dari olahan durian yang difermentasi), tetapi masih kerap diperdebatkan. Ada yang bilang berasal dari Palembang, ada pula dari Jambi. Memang dua provinsi ini berdampingan, jadi bisa dipahami jika ada friksi tentang dari mana sesuatu itu berasal. Tentang pesona Jambi baru aku ketahui lebih setelah membaca info lomba blog bertema “Apa yang kamu pengen ke Jambi”. Rasa penasaran pun langsung mengulik. Ada apa di Jambi sehingga orang harus ke sana ?

 Dunia pariwisata memang sedang gencar digaungkan. Senafas dengan misi blogku untuk mengangkat industri pariwisata di tanah air. Akhirnya di waktu yang rada mepet, aku langsung browshing sebanyak-banyaknya tentang Jambi. Hasratku makin mendahaga ketika mengetahui kalau pertumbuhan ekonomi Jambi sebesar 7,84 persen (data September 2013) itu masuk dalam peringkat lima besar daerah dengan tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia. Weleh makmur juga ya daerah ini.

Sektor properti, infrastruktur, mendominasi sebagai penyumbang tingkat pertumbuhan ekonomi Jambi disamping bisnis kelapa sawit, karet dan pertambangan batubara. Industri perhotelan di Jambi juga tengah beriak, ditandai masuknya brand-brand hotel internasional seperti Aston, Swissbelhotel dan Accor. Aston Jambi, berbintang empat soft launching pada medio November 2013. Menyusul kemudian Swis belhotel dan Accor dengan salah satu brand-nya. Wah kalau brand-brand hotel internasional sudah berani investasi, sepertinya kue bisnis di Jambi terendus legit. 

Memang, Jambi beberapa kali terpilih menjadi tuan rumah sejumlah acara berkaliber nasional, salah satunya Jambore Siaran Nasional (Jamsinas) pada April 2013 yang dihadiri ratusan peserta. Tahun 2014, Jambi kebagian menjadi tuan rumah penyelenggaraan Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) ke-5. Event dua tahunan ini merupakan wahana kompetisi para santri dalam membaca, memahami, dan menjelaskan kandungan kitab kuning (al-kutub al-turats) sebagai tradisi keilmuan pada pondok pesantren di Indonesia. Makin banyak acara, hotel juga makin semringah, okupansinya sehat. 

Terlebih, Bandara Sultan Thaha tengah direnovasi untuk meningkatkan grade menjadi bandara internasional, dengan kapasitas terminal menampung sebanyak dua juta penumpang per tahun. Bandara ini nantinya akan disinergiskan dengan Kebon Binatang yang berlokasi di dekat bandara. Hmm.. bakal menjadi bandara pertama di Indonesia yang berkolaborasi erat dengan kebon binatang. Seru juga.

 “Harta Karun” Itu.. 

Sampai pada suatu artikel aku baca, bahwa Jambi menyimpan kejayaan besar masa lalu yang turut memberikan andil besar bagi kehidupan masyarakat Indonesia dan dunia. Menurut Arkeolog dari dalam dan luar negeri, jika penelitian benar-benar terbukti, akan mengubah peta sejarah yang selama ini menyatakan Palembang sebagai pusat Kerajaan Sriwijaya dan menguatkan tentang jejak sejarah negeri Atlantis yang hilang ditelan bumi. Wuiih..jadi alasan kuat nih “pengen banget” ke Jambi. Simak yuk, apa sih ‘harta karun’ yang terpendam di provinsi yang terletak di pesisir timur Sumatera bagian tengah itu. Harta karun yang bakal menjadikan Jambi, destinasi wisata tersohor. Asalkan betul-betul dirawat dan dipromosikan. 

1. Candi Muaro Jambi


 
wisata jambi, candi muaro jambi
Situs Candi Muaro Jambi berpotensi menjadi destinasi unggulan di Indonesia. Foto : Detik Travel
Rupanya, candi bergaya Melayu yang terletak di tepian Sungai Batanghari, Kabupaten Muaro Jambi atau sekitar 30 km dari kota Jambi ini merupakan candi Budha terluas dan terbesar di Asia Tenggara. Luasnya mencapai 265 hektar atau 2.650.000 m2, jutaan kali lipat dari luas Candi Borobudur yang hanya 15.129 m2. Diperkirakan Candi yang diperkirakan dibangun sejak abad ke-7 hingga ke-11 Masehi ini—segenerasi dengan Candi Borobudur yang dibangun tahun 750 M-- adalah universitas pertama ajaran Budha Tantri Mahayana.


Menurut Arkeolog, dahulu para penganut Budha dari berbagai negeri menemba ilmu di candi ini, sebelum melanjutkan pendidikan ke India. Faktanya,  ditemukan sejumlah artefak diantaranya Arca Prajnaparamita, reruntuhan stupa, dan arca gajah Singh yang merupakan simbol ajaran Budha. Selain itu ditemukan pula sebanyak 9 candi yang kini telah dipugar menunjukkan jejak-jejak pusat peribadatan Budha yaitu Candi Kotomahligai, Kedaton, Gedong Satu, Gedong Dua, Gumpung, Tinggi, Telago Rajo, Kembar Batu, dan Candi Astano. Tak hanya itu, ditemukan juga jejak sistem drainase dan bercocok tanam di area Muaro Jambi.

 Dari berbagai penemuan menunjukkan, Candi Muaro Jambi merupakan sebuah kawasan peradaban yang terpadu. Didukung dari lokasi di tepian Sungai Batanghari yang merupakan sungai terpanjang di Pulau Sumatera (kurang lebih 1.740 km) dengan lebar sungai antara 200-650 meter. Di sinilah denyut nadi kehidupan masyarakat Jambi sejak dulu hingga kini bergetar.

 Hasil penelitian dari Guru Besar Arkeologi Universitas Indonesia Professor Agus Aris Munandar belum lama ini pun turut mencengangkan publik. Ia menyebutkan Kerajaan Sriwijaya diduga kuat berada di kawasan Muaro Jambi, sebelum Kerajaan Majapahit berdiri di Mojokerto, Jawa Timur. “Kami menemukan sisa-sisa peninggalan Kerajaan Sriwijaya serta petirtaan Budha berupa sumur di Situs Kedaton, Kawasan Cagar Budaya Muaro Jambi,” kata Agus seperti dikutip Antara pada Jum’at (12/7/2013). 

Penelitian tersebut dilakukan dalam rangka kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang diikuti oleh 43 mahasiswa dan 5 dosen pembimbing pada 16-18 Juni 2013. Metode yang dipakai adalah ekskavasi, bertujuan untuk menemukan kembali sisa-sisa kegiatan manusia pada masa lalu dengan cara penggalian. Proses ekskavasi dilakukan di 14 kotak gali di Situs Kedaton, Kawasan Cagar Budaya Muara Jambi (Muaro Jambi). Kawasan tersebut berada sekitar 20 kilometer dari Kota Jambi, atau 30 kilometer dari Ibu Kota Kabupaten Muaro Jambi. Di sana, menurut Agus masih banyak sumber harta karun kejayaan Jambi yang belum tersingkap tuntas. 

Bukti Candi Muaro Jambi adalah pusat Kerajaan Sriwijaya, seperti diungkap Agus, karena arca-arca peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang ditemukan di Palembang justru banyak bertuliskan ancaman-ancaman. Umumnya tulisan yang berisi ancaman itu mengindikasikan daerah taklukan. Sehingga sejumlah arkeolog menyimpulkan sementara, bahwa Palembang merupakan kota yang ditaklukkan oleh Sriwijaya bukan pusat Kerajaan Sriwijaya. Tetapi bukan tidak mungkin juga, dalam perjalanan eksistensi Kerajaan Sriwijaya di Nusantara, terjadi perpindahan ibu kota, dari Jambi ke Palembang. Masih perlu penelitiaan yang menguatkan asumsi tersebut. 

Namun setidaknya, penemuan sejumlah arkeolog ini membuat publik jadi tahu bahkan lebih mengenal lagi tentang misteri Candi Muaro Jambi yang tahun 2011 telah dicanangkan oleh Bapak Presiden SBY sebagai kawasan wisata terpadu. Penelitian terhadap Kompleks Candi Muaro Jambi sendiri baru menjadi perhatian pemerintah Indonesia sejak tahun 1976, dari pertama kali ditemukan oleh Letnan Inggris bernama S.C Crooke yang melakukan misi pemetaan daerah aliran sungai untuk kepentingan militer. Kini situs Candi Muaro Jambi telah terindikasi memiliki sedikitnya 110 bangunan candi peninggalan Kerajaan Melayu hingga Kerajaan Sriwijaya yang bercorak Melayu-Budhis. 

Tahun 2009, situs ini pernah didaftarkan ke Situs Warisan Dunia-UNESCO. Tetapi karena alasan teknis dan banyak faktor sehingga masih ditangguhkan penetapannya sebagai salah satu Situs Warisan Dunia. Wah banyak PR juga ya untuk menjadikan situs Candi Muaro Jambi ini mendunia.

 

 2. Jejak Atlantis di Tepian Sungai Batanghari 


wisata jambi, sungai batanghari
Sunset di Sungai Batanghari. Sumber foto : gayahidup.plasa
Sebagai nadi kehidupan warga Jambi, Sungai Batanghari ternyata juga mengungkap potongan sejarah dunia yaitu tentang negeri Atlantis yang hilang. Beberapa tahun lalu, dunia digemparkan oleh hasil penemuan Arkeolog Brazil Professor Arsyo Santos. Dalam penelitian yang dilakukan selama 30 tahun itu disimpulkan bahwa benua Atlantis yang hilang sekitar 11.600 tahun lalu akibat gempa bumi dahsyat dan letusan Krakatau hebat tersebut adalah Indonesia. 

 Santos membukukan penelitiannya dalam bukunya berjudul The Lost Continent Finally Found, The Definitive Localization of Plato’s Lost Civilization yang diterbitkan pertama kali pada 10 Agustus 2005, langsung ludes terjual. Ia membuktikan berdasarkan 33 perbandingan, diantaranya luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung merapi, cara bercocok tanam, seni dan sebagainya. Dikuatkan pula dengan pendapat hampir semua Arkeolog yang sepakat bahwa pada zaman peradaban dahulu, pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan,  Singapura juga Malaysia bagian barat dan Selat Sunda menyatu daratannya sehingga disebut Sunda Island. Kemudian Sunda Island tercerai berai karena bencana. Sunda Island itu pun digadang-gadang menjadi salah satu rangkaian dari benua yang tenggelam tersebut. 

 Dan salah satu jejak Atlantis mulai terkuak ketika ditemukan fosil purba berupa formasi batu-batu megalith dan fosil hewan di tepi Sungai Batanghari. Sedangkan fosil tumbuhan-tumbuhan purba berusia 350 juta tahun ditemukan di Kabupaten Merangin, masih dalam satu area dengan Sungai Batanghari. Ini pernah diungkap oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi, Didy Wurjanto dalam sebuah konferensi pers di Kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) (10/9/2012). 

 Jambi, menurut Didy, waktu itu masih berupa kawasan gunung berapi purba yang meletus sampai 7 kali sehingga mengawetkan fosil. Uniknya, tumbuhan purba berjenis Taeniopteris sp dan Lepidodendron sp yang menjadi makanan Dinosaurus ini tidak ditemukan di provinsi sekitar Jambi seperti Lampung atau Riau. Tetapi fosil sejenis itu malah ditemukan di Indocina. Maka dari itu, kata Didy, sejumlah ahli geologi menyimpulkan, Jambi merupakan potongan Indochina. Hal ini juga dibuktikan lewat temuan fosil kerang laut di batu-batu pinggiran Sungai Batanghari. Fosil kerang laut mengindikasikan bahwa ratusan juta tahun yang lalu, Jambi pernah berada di bawah permukaan laut.

Kini, geopark "Atlantis yang hilang" di Kabupaten Merangin dan situs peradaban manusia Candi Muaro Jambi menjadi salah satu objek wisata unggulan Jambi. Kendati kondisi Sungai Batanghari belumlah sepenuhnya dikelola menjadi obyek wisata seperti Bali, namun setidaknya dunia mulai menengok ke Jambi. 

wisata jambi, tanggo rajo
Tanggo Rajo di Sungai Batanghari menjadi pusat kuliner dan hang out warga Jambi. Foto : objektempatwisata
Berbagai festival kerap digelar di tepian Sungai Batanghari, diantaranya Festival Candi Muaro Jambi, Festival Sungai Batanghari, Kejuaraan Nasional Arum Jerang Merangin, dan sebagainya sebagai upaya mempromosikan situs ini. Bahkan begitu berita misteri Candi Muaro Jambi mulai tersingkap, langsung menggugah hasrat salah satu operator tur pariwisata dari Prancis untuk membuat paket tur bagi wisatawan Eropa. Paket tur Candi Muaro Jambi ini akan dimulai pada awal tahun 2014. Ini dikatakan Didy yang menerima kunjungan CEO tur Jean-Pau Chantraine saat survey ke candi. Targetnya setidaknya bisa menarik sebanyak dua persen dari 8.000 wisatawan Eropa ke Indonesia. Jadi, start-nya bisa dimulai dari Bali, karena mereka memiliki kantor perwakilan di Bali.

 Dua “harta karun” itu yang membuat aku ingin ke Jambi. Melihat langsung bagaimana Candi Muaro Jambi dan Sungai Batanghari. Kabarnya juga, obyek wisata Jambi lainnya tak kalah menarik, seperti Taman Mini Jambi yang berdekatan dengan Bandara Sultan Thaha. Di taman seluas 18 hektar tersebut, kita bisa melihat  berbagai macam anjungan rumah adat se-Kabupaten/kota di provinsi Jambi. Danau Sipin, dan kawasan kuliner khas Jambi di Tanggo Rajo yang terletak di pinggiran Sungai Batanghari. Kerajinan Jambi juga penuh pesona, seperti batik kayu, batik Jambi, dan kerajinan tempurung kelapa. Jangan lupa mencicipi tempoyak ala Jambi dan gulai tepe ikan gabus. 

Aku hanya berharap semoga aja Jambi bisa terkenal dan membanggakan negeri ini. Apresiasi tinggi khusus dihaturkan ke Mba Mira Lesmana yang memproduseri  Film Sokola Rimba yang diangkat dari pengalaman Butet Manurung yang mendedikasikan dirinya sebagai guru anak rimba di pedalaman Jambi. Semoga melalui film, Jambi makin terangkat. Yuk wisata ke Jambi ! Temukan petualanganmu di sana !


Postingan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog www.pipetmagz.com

Thursday, November 7, 2013

Bisnis Hotel di Jambi Makin Kinclong

Gairah bisnis hotel di Jambi. 


Pertumbuhan ekonomi memang manjur merangsang bisnis hotel. Salah satunya  dialami Jambi. Di tengah pertumbuhan ekonomi 7,84 persen, Jambi makin genit memikat investor hotel. Sejumlah brand internasional seperti Aston, Accor, dan Swisbel Internasional siap meramaikan industri perhotelan di kota ini.

 Di penghujung tahun 2012, TripAdvisor menerbitkan surveinya tentang bisnis hotel di Indonesia. Alhasil, bisnis hotel di Indonesia menduduki peringkat teratas dibandingkan Rusia, Brasil dan Amerika Serikat yang selama ini mendominasi bisnis perhotelan di dunia. Survey tersebut melibatkan sebanyak 25 ribu pengusaha perhotelan di dunia dan sekitar 300 diantaranya dari Indonesia. Sejumlah kota besar dan destinasi pariwisata tersohor menjadi incaran ekspansi diantaranya Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Medan, Palembang, Balikpapan, Lombok dan sebagainya. 

Jambi, memang beberapa tahun lalu tidak masuk hitungan dalam percaturan bisnis hotel. Namun, sejak dua tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi terus menanjak---bahkan kini menduduki peringkat lima besar provinsi dengan tingkat ertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia--dan upaya serius Pemprov menaikan peringkat Bandara Sultan Thaha menjadi bandara internasional, mendorong sejumlah investor hotel optimis mencoba peruntungan  di sini. 

Apalagi ternyata menurut BPS, tingkat hunian kamar (TPK) di Jambi relatif tinggi sekitar 50-60 persen. TPK tertinggi tercatat pada hotel bintang 3 sebesar 57,06 persen. Terendah pada hotel bintang 2 sebesar 24,97 persen, hotel berbintang 1 sebesar 54, 56 persen dan hotel bintang 4 sebesar 52,07 persen (Juli 2013). 

Untuk jumlah hotel, menurut Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Jambi saat ini mencapai 80 hotel berbintang dan non bintang. Diperkirakan, jumlah tersebut akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan selesainya renovasi Bandara Sultan Thaha yang nantinya memiliki terminal berkapasitas dua juta penumpang.

 Brand Internasional Bergairah Ekspansi ke Jambi


 Archipelago International sebagai operator hotel Internasonal yang menaungi brand Aston sangat optimis hotelnya bakal sukses di Jambi. Menempati lokasi strategis di Jalan Sultan Agung, Aston Jambi Hotel & Conference Centre menyasar segmen bisnis dengan 153 kamar,enam ruang pertemuan, kolam renang, pusat kebugaran, dan bussiness centre. Jika tidak ada aral melintang, hotel berbintang empat ini soft lauching pada medio November 2013. 

 Sedangkan Swis Belhotel International yang pembangunannya sempat bermasalah pun mantab meneruskan pembangunan hotelnya di Jalan Brojonegoro. Direncanakan hotel berbintang empat dengan 120 kamar ini akan beroperasi tahun depan. Menyusul Grub Accor juga tengah giat ekspansi di kota ini. Sebelumnya Accor dengan brand Novotel telah eksis di Jambi selama 14 tahun. Namun sejak 30 Mei 2010, kerja sama dengan PT Tirta Mas Jaya berakhir (kini Novotel menjadi Novita Hotel). 

Maraknya pembangunan hotel di Jambi secara langsung turut memberikan kontribusi pendapatan bagi Jambi yang sedang giat membangun infrastruktur dan properti. Bisnis UMKM, kelapa sawit, karet dan pertambangan menjadi kue yang cukup empuk dinikmati para pebisnis hotel.  Makin berkembangnya hotel berbintang berstandar internasional di kota ini secara langsung mendorong pula masuknya event-event nasional dan internasional ke Jambi. 

Pada April 2013, Jambi sukses menggelar Jambore Siaran Nasional (Jamsinas) yang dihadiri sekitar 965 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Dan, tahun 2014, Jambi pun terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) ke-5. Event dua tahunan ini merupakan wahana kompetisi para santri dalam membaca, memahami, dan menjelaskan kandungan kitab kuning (al-kutub al-turats) sebagai tradisi keilmuan pada pondok pesantren di Indonesia. Ayo siapa lagi yang ingin menyelenggarakan event di Jambi ? 

Sumber foto : http://www.skyscrapercity.com/archive/index.php/t-1615524.html

Saturday, November 2, 2013

Di Bali, Meeting Tuntas, Berlibur pun Puas

Di Bali, Meeting dan Berlibur Sekaligus

 

Tak ada cerita, bingung mencari tempat yang menyenangkan usai pertemuan di Bali. Boleh dikata, setiap jengkal tanah di Pulau Dewata ini menyimpan pesona yang membuat Anda ingin kembali lagi. Cobalah Anda datang ke air terjun Kembar Gitgit, Gunung Batur , Monkey Forest Ubud, Sangeh, Bedugul atau  Kintamani,  kepenatan pun luruh seketika, seiring tatapan mata memandang yang bertaut lurus dengan hati memuji kebesaran Tuhan. 

Itu baru sebagian kecil dari wisata alam yang bisa dinikmati di sini. Masih banyak lagi obyek wisata bali yang menawarkan Anda sensasi dan terus berdecak kagum.

 Berikut ini beberapa obyek wisata andalan dan favorit di Bali


 Wisata Pura 


Inilah yang menjadi karakter wisata Bali yang penduduknya mayoritas Hindu. Diperkirakan saat ini terdapat 20.000 pura tersebar di sebagian wilayah seluas 5.634 km2 itu. Saking banyaknya, ia pun dijuluki sebagai Pulau Seribu Pura.  

Tak heran, jika berkeliling Bali yang didapat pasti Pura. Menikmati keelokan dan keanggunan Pura yang menjulang di tepi pantai yang indah atau di desa dengan pemandangan alam yang memesona.Diambil dari angle manapun, pura di Bali memang menyimpan pesona yang memikat.

Diantara pura itu yang terkenal adalah Pura Besakih, Pura Uluwatu, Pura Jimbaran, Pura Ulun Danu Beratan, Pura Taman Ayun, Pura Goa Lawah, Pura Tanah Lot, dan Pura di Pulau Berbatu.

 Wisata Pantai 

Bahari memang  identik dengan pariwisata Indonesia. Bedanya, obyek wisata pantai di Bali benar-benar  dikelola dengan baik sehingga siap menerima kedatangan wisatawan. 

Di pinggir pantai yang indah, wisatawan, terutama turis asing dapat memanjakan tubuh dengan nyaman : berjemur (mandi matahari), melemaskan ketegangan otot dengan massage dan spa, atau menicure pedicure. Bila ingin bercanda dengan ombak, silakan berselancar, bermain banana boat, jetski, atau parasailing. Sebagian besar pantai di Bali ombaknya besar sehingga sangat ideal untuk melakukan aktivitas tersebut.

Tak hanya itu, alam bawah laut di Bali juga memesona, salah satu surga penggemar snorkeling atau diving. Soal fasilitas, tidak perlu khawatir. Banyak operator  menyediakan penyewaan peralatan dan jasa intsruktur. Restoran, kafe, dan kedai pinggir jalan pun mudah ditemui. Termasuk berbagai pilihan tempat akomodasi yang sesuai dengan kantong dan selera. Pantai Kuta, Sanur, Legian, Nusa Dua, Jimbaran, dan Dream Land, adalah sederetan wisata pantai yang terkenal di Bali.

Wisata budaya dan sejarah 


Soal budaya dan peninggalan sejarah, lagi-lagi Bali patut dijadikan contoh bagi daerah lain. Masyarakat Bali memiliki kesadaran yang tinggi untuk menggali, mengelola dan menciptakan seni yang kreatif sekaligus juga pandai memelihara warisan peninggalan lelulurnya. Inilah yang membuat pariwisata di Bali terus bergelora. 
foto : Afril Wibisono


 Sejumlah pilihan obyek wisata Bali yang bisa Anda kunjungi seperti, Tirta Gangga (Taman air kerajaan), Taman Ujung (Istana air bagi raja), Bajra Sandhi (monument perjuangan rakyat Bali), Puri Agung Karangasem, Taman Werdhi Budaya, dan Patung Catur Muka yang merupakan landmarknya Kota Denpasar, ibu kota Bali.

Garuda Wisnu Kencana (GWK), juga tidak kalah menarik. Berlokasi di daerah Jimbaran,  Bali Selatan. I Nyoman Nuarta,pemahan patung raksasa Garuda Wisnu Kencana-- berbentuk dewa Wisnu sedang duduk di atas burung garuda. Sungguh gagah, teronggok di atas bukit, seolah menelanjangi setiap detil pemandangan alam yang begitu eksotik. Deretan perbukitan karang batu buatan memancarkan kesan dramatik yang memesona. Hampir semua tempat di area ini menarik untuk diabadikan. Selain itu, GWK  dilengkapi dengan teater yang menampilkan sendra tari Bali yang dipentaskan pada waktu tertentu, kios sovenir, food court, dan Factory Outlet. 

Ubud yang terletak di Kabupaten Gianyar, juga menjadi prioritas wisatawan bila berkunjung. Ia menjadi sentra hasil kerajinan seni, seperti ukiran kayu, emas dan perak, lukisan dan seni lainnya. Kehidupan budaya lokal masyarakatnya pun masih terpelihara. 

Wisatawan asing senang mengunjungi tempat ini untuk belajar seni. Mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal, mempelajari lebih dekat khasanah budaya, dan kehidupan masyarakat lokal. Desa wisata yang terkenal, salah satunya  Desa Mas, pusat penghasil ukiran kayu. Hampir di sepanjang jalan dan rumah anda akan menjumpai ukiran seni khas Bali dalam bentuk galeri. 

Untuk kebutuhan akomodasi, Ubud menyuguhkan banyak pilihan suasana untuk "melarikan diri" dari keramaian. Pemandangan perbukitan yang asri menjadi suguhan yang selalu menggoga hasrat. Anda bisa menginap di  Pitamaha resorts, Maya Ubud, Four Seasons dan Sayan Resort. Dan, Anda yang senang dengan seni Batik, pahat dan tari, bisa datang ke Batu Bulan yang terletak di Kabupaten Gianyar, sekitar 10 km dari kota Denpasar 

Wisata Belanja 


Belanja souvenir khas Bali memang menjadi aktivitas wajib wisatawan yang berkunjung. Kelebihannya di Bali, hampir di setiap sudut tempat wisata, selalu menyediakan souvenir shop atau art shop, seperti di Sangeh, Besakih, Tanah Lot dan Kuta. Terfavorit adalah Pasar Seni Sukowati, sekitar 1 jam dari Kuta. Sebagaimana pasar rakyat, Anda harus pandai menawar jika ingin mendapatkan harga murah untuk barang-barang seperti kaos, sprei, bingkai foto, dompet dan tas. 

Ada lagi, Desa Celuk, yang terletak tidak begitu jauh dari Pasar Seni Sukowati dari arah Denpasar. Di sepanjang desa itu, banyak berjejer kios dan art shop kerajinan emas dan perak. Atau bila ingin rancangan khusus, Anda bisa memesannya langsung dari pengrajinnya. 

Sekitar 2 km sebelum Pasar Sukowati, ada Pasar Seni Guwang, mirip dengan Pasar Seni Sukowati. Lokasinya, dari arah Kuto, Anda dapat menuju ke Ketewel melewati By Pass Ngurah Rai dan Sanur dan pasar Guwang sudah langsung terlihat. Barang-barang yang dijual di sini hampir sama dengan Sukowati, hanya saja terlihat lebih sepi sehingga Anda nyaman berkeliling mencari yang sesuai hati. 

Tempat lainnya yang lebih dekat dengan Pantai Kuta dan Legian adalah Seminyak. Selain terkenal dengan pantainya yang indah, Seminyak Bali juga merupakan salah satu pusat perbelanjaan terkenal di Bali. Wisata belanja di sini sangat lengkap, mulai dari produk lokal seperti oleh-oleh khas Bali, hingga produk impor dengan merek terkenal.Barang yang dijual di sini relatif lebih mahal.

Sementara itu, bagi Anda yang merasa tak punya banyak waktu untuk menjangkau Sukowati dan Guwang, masih ada pilihan untuk berbelanja oleh-oleh, yaitu di Toko Oleh-oleh Erlangga atau Krishna. Keduanya seperti supermarket yang menawarkan kenyamanan berbelanja dengan keteduhan mesin pendingin. Soal harga, juga murah, tidak jauh beda dari Sukowati atau Guwang. 

Dan, selagi Anda masih berada di Kuta, jangan beranjak dulu sebelum ke Joger, toko yang menjual aneka kaos Bali dengan kata-kata lucu dan nyentrik. Istimewanya, ia tidak memiliki cabang di kota manapun. Joseph Theodorus Wulianadi, pemilik toko ini, memang mengonsep penjualan kaosnya ini dengan strategi semacam itu. Dia tidak mau membuka Joger di kota lain selain Kuta. Jangankan kota lain, ditempat lain di kota yang sama yaitu Kuta saja, tidak mau. Kesan ekslusif, memang sengaja dibentuk sang empunya. 

Tak hanya di kaos, di seputar tokonya pun dipasang kata-kata lucu dan nyeleneh yang membuat Anda cengar-cengir. Bagaimana tak tertawa di setiap sudut toko banyak tulisan nyleneh seperti “dilarang kencing kencang-kencang” di pintu masuk toilet toko tersebut, tertulis “Ini tembok joger bukan tembok Berlin” atau “kalau anda suka jogger anda waras, kalau anda tidak suka joger berarti anda lebih waras” atau yang ini “biar saya gemuk tapi saya tidak pernah ngamuk”.
 

Wisata Kuliner

 Menikmati suasana pantai di malam hari sambil mendengarkan live music, menjadi suguhan favorit wisatawan seraya bersantap. Di Bali, banyak sekali lokasi kuliner yang menyediakan hidangan yang menggoda selera. Diantaranya Pantai Jimbaran dan Kedonganan, yang menyajikan aneka hidangan laut

Di Pantai Jimbaran yang terletak di Kabupaten Badung, sekitar 20 km dari bandara, Anda akan mendapati parade kafe dan restoran yang menyajikan aneka hidangan laut menjelang sore hingga tengah malam. Soal harga, tidak terlalu menguras isi dompet, ya sesuai dengan berat ikan yang dimakan. Sedangkan, Desa Adat Kedonganan merupakan kampung nelayan. Ada sekitar 24 kafe di sepanjang bibir pantai yang menawarkan menu seafood. Selamat berwisata di Bali !

Ditulis oleh Nila Sofianti dan Kartina Ika Sari

sumber foto cover : Yunita Ambarwati

Archipelago International Buka Lowongan Kerja Hotel

Archipelago International Buka Lowongan Kerja Hotel.

Industri perhotelan di Indonesia makin gemilang. Tiap tahun ribuan kamar hotel bertambah di sejumlah kota besar dan destinasi wisata. Untuk menjawab kebutuhan SDM hotel yang makin membengkak, Archipelago Internasional sebagai salah satu operator hotel terkemuka di Indonesia menawarkan kesempatan kepada seluruh generas.i muda Indonesia yang ingin meretas karir di industri hospitality.

 Sebanyak 3.000 orang akan dipilih untuk mengisi sejumlah posisi mulai dari tingkatan staf, supervisor hingga manajer (top management) untuk ditempatkan di sejumlah provinsi di Indonesia. Diantaranya DKI Jakarta, Bali, Sumatera, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, Maluku dan Papua. Untuk posisi dan daerahnya bisa dilihat di lowongan kerja hotel

 Bagi yang berminat, bisa datang untuk interview langsung ke :
 Avara Epicentrum Walk, Lantai 2 
Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan
 Sabtu, 9 November 2012 
Pukul : 09:00 – 18:00 wib 

 Saat ini Archipelago International memiliki lebih dari 67 hotel dan 12.000 kamar serta lebih dari 90 properti sedang dalam pembangunan di Indonesia, Filipina dan Malaysia. Brand-brand yang dioperasikan diantaranya Grand Aston, Aston City, Alana, Harper, Quest, Favehotel, NEO dan vila mewah Kamuela. Selama tahun 2013, ditargertkan sebanyak 40 hotel siap dibuka. Manfaatkan kesempatan menjadi karyawan hotel di Archipelago International. 

Sumber : Jobs Street

Sunday, October 27, 2013

Studi Kelayakan Hotel/Hotel Feasibility Study

Mungkin anda sudah mencoba mencari contoh Feasibility study Hotel,  untuk contoh FS tersebut anda bisa unduh yang versi saya tentunya disini.

yang kurang hanya perhitungan-perhitungannya saja meliputi forecast & budget revenue, perhitungan npv, pengembalian pinjaman, biaya-biaya, perhitungan IRR dan Net B/C, perhitungan BEP.

perhitungan-perhitungan tersebut untuk mengukur layak tidaknya atau feasible tidaknya sebuah hotel dibangun atau dijalankan disuatu daerah berdasarkan angka tersebut secara matematis.
namun tetap ada dasar lain yang menjadikan kita menetukan feasible tersebut diantaranya faktor X, faktor situasi, penilaian secara survey lain-lain. aspek fs secara umum tetap masuk yaitu aspek pasar & pemasaran, aspek teknis & teknologi, Aspek organisasi & manajemen, aspek ekonomi & manajemen.

FS sendiri lebih cenderung secara hitung-hitungan misal npv lebih besar dari nol, irr lebih besar dari socc dan net b/c lebih besar dari 1 maka secara hitungan usaha ini layak untuk dijalankan dan kami akan merekomendasikan kepada Bank agar dapat membantu usaha ini dalam pemberian kredit dan pemerintah tentunya bisa membantu dalam hal perizinan.

password = samarinda

Demikian.