Pages

Friday, May 1, 2015

Ketika Menjadi yang Teristimewa di Trans Luxury Hotel

Mendapatkan kesempatan liburan di Trans Studio Theme Park dan menginap di Trans Luxury Hotel bagi blogger  adalah sesuatu banget. Alhamdulillah. Beda sekali kenikmatannya ketika saya lima tahun menjadi wartawan di suatu media bisnis event dan pariwisata. Plesiran  ke tempat yang indah dan menginap di hotel bagus, itu sudah biasa. Saking biasanya, akhirnya menjadi rutinitas pekerjaan. Apalagi kala itu, saya menjadi redaktur bisnis, wahhh yang bersiliweran di kepala adalah bagaimana bisa membuat bisnis dengan stakeholder terkait: membuat tulisan yang mengundang ketertarikan calon klien sehingga menjadi klien. Hhehe...jadi curhat nih. Tapi bermanfaat banget sih ilmunya sampai sekarang, setelah risain  awal 2013 lalu.


Di postingan ini, saya mau berbagi cerita tentang famtrip kami  di Trans Studio dan menginap di Trans Luxury Hotel. Wahh..seperti mimpi rasanya blogger newbie seperti saya diundang oleh Kementerian Pariwisata jalan-jalan bersama blogger internasional ke Bandung selama 4 malam "Blogger & Social Media Stars" dalam rangkaian Konferensi Asia Afrika ke-60.  Kami diinapkan  salah satunya di  Trans Luxury Hotel dan menikmati wahana bermain di Trans Studio. Hhehe..jadi makin semangat menjadi blogger. Ahay..

Jadi ceritanya, Pak Walikota Ridwan Kamil ingin memanfaatkan publisitas maksimal dari para blogger untuk mempromosikan pariwisata Bandung dan sekitarnya. Mumpung momentnya tepat, semarak KAA. Langsung saja ide walikota keren dengan prestasinya yang mengagumkan dalam membangun kota Bandung itu disambut antusias oleh Kementerian Pariwisata yang memang sedang getol berkolaborasi dengan blogger untuk promosi. 


Tak pelak, kalangan swasta pun menyambut antusias saling berlomba menjamu para blogger yang khusus datang untuk berwisata dan meliput karnaval. Asyik ya jika pemerintah dan swasta kompak bikin pariwisata maju. Blogger jadi ketiban rezeki, banyak undangan :). Nah, pihak Trans Hotel dan Trans Studio, boleh dikata menjadi sponsor dominan selama kami famtrip. Semoga rezekinya berlimpah deh ya buat Trans (doa kenceng blogger xixixiix..).



Hari Sabtu pagi (hari ke-2 trip), setelah menginap di hotel Ibis Trans Studio Bandung, kami diagendakan bermain di Trans Studio yang masih dalam satu kawasan terpadu Trans Studio Bandung.  Tinggal jalan kaki saja menyusuri trotoar kawasan terpadu Trans Studio Mall yang bersih dan terawat.  Di area itu, pandangan kami langsung dicuri oleh sebuah mesjid besar berkubah emas yang berdiri tepat di hadapan Hotel Ibis Trans Studio. Mesjid ini  kepunyaan Chairul Tanjung, yang tak lain adalah siempunya Trans Corp. Wahh keren banget si Bapak satu ini, konglomerat dengan proyek-proyek prestisius, membangun masjid  nggak kalah super

Mesjid Agung Trans  memiliki luas 3.600 meter persegi terdiri dari 2 lantai. Saat ini masih dalam tahap pembangunan sejak ground breaking tahun 2013 lalu. Meski begitu, jamaah sudah bisa menggunakannya. Mesjid yang terinspirasi dari Mesjid Nabawi dan bangunan mesjid di Timur Tengah ini memiliki 4 menara dan 1 kubah utama berdiameter 16 meter berlapis emas. Sayang belum sempat masuk ke dalam karena diburu waktu. Menurut informasi, lantainya terbuat dari marmer yang khusus didatangkan dari Eropa dengan dinding diselimuti ornamen keemasan. Wow..kebayang, kalau mesjid di dunia ini begini indah, apalagi di surga ya...Subhanallah. Bagi yang kamu yang ingin melangsungkan pernikahan atau acara lainnya, disediakan fungction hall  loh. 


Begitu sampai di area pintu masuk Trans Studio yang bekonjungsi dengan Trans Studio Mall, rombongan blogger langsung disambut hangat oleh tim Trans Studio. Kami diberi semacam gelang penanda VIP sebagai akses khusus agar tidak mengantri. Waduh,  berasa istimewa. Jujur, ini baru kali pertama saya ke theme park terbesar di Indonesia, bahkan di dunia. 

Ada rencana bawa anak ke sini, belum kesampean juga sampai sekarang, hehhe maklum dananya suka mudah beralih ke pos lain. Mengingat dari segi harga tiket, lumayan juga saya merogohnya dalam-dalam yaitu Rp  170.000 (Senin-Jumat), dan Rp 270.000 (Sabtu-Minggu dan hari libur). Kalau VIP access biar nggak ngantri, bisa membeli tiket seharga Rp 250 ribu.




Harga tiket tersebut worth it juga sih melihat betapa besarnya biaya produksi untuk mengembangkan wahana bermain dalam ruang. Yang pasti, biaya pendinginnya besar banget demi menjaga suhu di dalam agar pengunjung merasa nyaman. Belum lagi sejumlah wahananya, yang memang tidak biasa ditemui di tempat lain. 

Sempet ngobrol dengan Mbak Triyasanti yang mengurus masalah promosi advertising Trans Studio, katanya, pengelola juga kerap memberikan tarif khusus bagi yayasan sosial atau grub-grub yang ingin menggelar acara fun di sini. Pada hari-hari tertentu diberikan potongan diskon sampai 50 persen. Bagi pengguna kartu kredit Bank Mega juga mendapatkan potongan khusus. Makanya, Alhamdulillah, menurut Mba Triyasati, Trans Studio tak pernah sepi. Dalam sebulan, lebih ada 50 ribuan pengunjung memadati taman bermain ini. 


Untuk perusahaan, bisa membawa karyawannya dan menggelar sejumlah acara di sini. Tidak perlu repot lagi dengan acara. Tim event Trans Studio sudah memiliki program khusus atau acara yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Termasuk catering dan snack selama acara disediakan oleh pihak Trans Studio. Ada beberapa arena khusus  yang digunakan untuk acara perusahaan. Salah satunya di wahana  Si Bolang Adventure dan area di dekat Wahana Dunia Lain dan Magic Corner. Otomatis, jika ada acara perusahaan, area Si Bolangnya tidak bisa dipakai pengunjung lain, karena sudah diplot. Rencananya saya ingin melihat pertunjukan Si Bolang, nggak jadi ;).



Tapi tenang, jangan khawatir, di sini tersedia kurang leibih 20 wahana yang dapat dinikmati. Salah satunya, Marvel Super Heroes The Rides 4D. Saya kebagian menikmati film 4 Dimensi ini. Seru juga. Kebayang kalau anak-anak bisa melihatnya. Anak saya yang suka dengan Dunia Lain, pasti senang menikmati  wahana Magic Corner atau   berpetualang di The Lost City- menjelajahi kota yang hilang. Saya memperhatikan begitu ceria anak-anak bermain. Jadi tidak sabar ingin membawa Meili dan Barra ke sini.Beginilah kalau emak-emak jalan tanpa anak. Yang diingat selalu mereka.

Tidak terasa satu jam setengah saya  berada di Trans Studio. Tak cukup rasanya berkeliling menikmati wahana. Wahana yang agak alergi saya dekati adalah roller coaster. Bukan apa-apa, soalnya saya penakut banget  pada hal-hal yang berbau uji adrenalin dan ketinggian. Namun begitu, saya sudah sangat senang  memperhatikan blogger lain bermain. Sekitar pukul 13:30 wib, kami dijamu makan siang di Trans Studio Mall. 



Lengkap juga makanan yang tersaji di sini. Dari makanan khas Sunda sampai internasional ada loh, diantaranya masakan Korea, Jepang, Amerika dan Eropa. Tinggal pilih sesukanya. Saya memilih masakan asli Indonesia yaitu Sop Sumsum Kaki Sapi dan sop buah segar.  Hmm...subhanallah enak sekali. Sumsumnya ternyata sudah dipisahkan dari tulangnya, sehingga tidak begitu merepotkan. Tapi, bagi yang suka menikmati sensasi menghisap sumsum memang jadi berkurang sensasinya. Kalau saya sih lebih suka yang sumsumnya sudah terpisah, tinggal lep. 




Alhamdulillah, ketika menyantapnya kepala tidak pusing karena kandungan kolesterol dan lemak yang tinggi dalam sumsum, malah tubuh makin berstamina. Menyantap sumsum ini memang banyak sekali manfaatnya, terutama untuk menjaga kekebalan tubuh. Kandungan proteinnya bagus untuk memelihara tulang dan gigi. Maklum sudah mulai menua, tulang-tulang berasa mau keropos. Makanan yang mengandung protein dan kalsium jadi prioritas deh sekarang.




Usai bersantap, kami langsung melaju ke Jalan Braga untuk meliput kemeriahan acara di sana dan lanjut bermalam di Ciwidey. Untuk yang ini ceritanya saya buat terpisah ya.  Kami baru menginap kembali di Trans Hotel, pada hari Minggu, 26 April 2015, sebagai hari terakhir famtrip. Hmm..sudah kebayang bagaimana serunya menginap di Trans Luxury Hotel yang notabene hotel bintang 6 pertama di Indonesia.  

Kami ditempatkan di premier room seluas 40 m2. Selain premier room masih ada beberapa tipe kamar lagi yaitu club premier room, celebrity suite dan presidential suite. Total ada 233 kamar. Soal tarif, nggak perlu ditanya lagi ya, yang pasti sesuailah dengan kualitas layanan yang memang premium. Apa saja sih ?

 

Di premier room saja, saya merasa istimewa sekali tidur di kasur super dengan bed cotton dari Mesir yang berpacaran dengan bantal-guling berbulu angsa nan lembut. Berasa tubuh dimanjakan begitu merebahkan diri di kasur. Hhehe...saya langsung pules loh. Yang saya suka lagi, baru pertama kali menginap di hotel dengan  kamar mandi yang shower dan bathupnya terpisah di dua ruang. Begitu pun dengan WC-nya ada kamar tersendiri. Kegiatan mandi jadi betah kalau begini. Selain itu perlengkapan mandinya juga istimewa dari Acqua di Parma, yang berupa shower gel, hair conditioner, sampo dan body lation. Keharumannya aromatik dan menempel di kulit. Internetnya super cepat. Kesempatan heheh untuk mendonlod beberapa kerjaan lain dan bekerja sejenak menulis artikel untuk web klien. 







Di kamar premier tersaji tiga buah pir hijau segar dan manis. The Trans Luxury Hotel memang paham benar bagaimana menyuguhi setiap tamu istimewanya. Buah pir ini tepat sekali menjadi suguhan. Kandungan serat sebuah pir, dua kali lipat apel loh. Pir terkenal mengandung antioksidan tinggi yang bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh, membantu masalah pencernaan, mencegah kanker, kecantikan kulit dan menjaga kesehatan mata.
.   



Dari balik tirai kamar di lantai 10, kami dapat menikmati  panorama alam pegunungan di hamparan perumahan penduduk. Suhu ruang bisa kami atur sehingga tidak terlalu dingin. Maklum meski Bandung sudah banyak pembangunan, tetapi tetap terasa udara dinginnya di malam dan pagi hari. Oya, ada 60 siaran TV kabel yang bisa kami nikmati. Cuma lantaran agenda kegiatan yang padat, sampai tidak sempat melihat TV.

Trans Luxury Hotel juga menjadi tempat liburan yang mengasyikkan bagi keluarga. Banyak tersedia wahana bermain anak, seperti kolam renang  berpasir putih dan halus, lengkap dengan permainannya. Untuk orang dewasa pun bisa menikmatinya masih di area yang sama. Bebatuan karang buatan, air terjun  dan gemericik air mancur menambah asri suasana. Sambil sarapan, kita bisa menikmati keriuhan anak-anak bermain air. Selain itu, ada kids klup dengan permainan lengkap. Jika ingin mencoba menikmati kota Bandung di ketinggian 18 lantai, bisa mencoba sky walk. 



foto sumber :





Oya, sebagai malam terakhir trip, kami dijamu istimewa loh oleh Trans Luxury Hotel, dinner romantis di the 18th restorant & lounge. Hidangannya lengkap banget, dari pembuka, utama, sampai penutup. Dari dua pilihan makanan utama (main course), saya memilih tenderloin steak dibanding fried salmon. Saya penyuka steak. Tenderloin steak sapi ini memang berbeda dengan sirloin steak. Tekstur dagingnya lebih empuk dan lembut. 

Salmonnya juga tidak kalah enak dengan tenderloin, saya mencicipinya dari kepunyaan teman. Perut saya yang tidak terbiasa makan banyak, langsung terasa penuh ketika hidangan demi hidangan berdatangan, rasa manis dan asam terus beradu di lidah. Senang sekali. Oya, sambil makan, kami juga disambut oleh pejabat tourism board Jawa Barat dan Direktor Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata Bandung, Bapak Anang Sutono.



 
Terima kasih ya Trans Luxury Hotel dan Trans Studio Bandung atas jamuannya. Berasa ingin balik segera liburan bersama keluarga di sini. Pelayanannya istimewa, dan tak ada kata "mahal" begitu merasakan kualitas layanan dan fasilitas yang ditawarkan. 
 


Friday, February 27, 2015

pentingnya manajemen hotel

Sebagai pemilik terkadang menghadirkan seorang manager hotel adalah menambah cost atau biaya saja. Terkadang dalam menjalankan hotel, ada saja informasi yang masuk ke pemilik seperti :
1. Manager hotel terkesan gak ada kerjanya.
2. Jalan jalan saja.
3. Banyakan nelpon.
4. Mencurigakan, main uang.
5. Banyak mintanya tapi hotel kelihatan gak berkembang.
6. Gak kreatif.

Dan banyak lagi info yang pemilik terima, sehingga pemilik tidak menggunakan manager dihotelnya.
Beberapa masukan perlunya minimal seorang hotel manager dihotel anda yaitu:
1. Tamu lebih percaya kepada hotel manager untuk keluhannya daripada ke karyawan hotel atau pemilik hotel... Kenapa? Tentu banyak alasannya. Kepada pemilik, tamu cenderung kurang terbuka, kepada karyawan cenderung emosi saja. Kepada hotel manager cenderung lebih resfect.

2. Hotel manager lebih cepat mengontrol, mengendalikan dan mengatur operasional.

3. Hotel manager merawat dan memperhatikan kebersihan hotel lebih akurat daripada posisi lain bahkan pemilik...  Kebersihan adalah point penting yang paling banyak dikeluhkan tamu.

4. Hotel manager yang berpengalaman memiliki pengetahuan pemasaran yang baik, karenanya sebagai pemilik tinggal men support manager anda.

Karena itu carilah hotel manager yang betul- betul anda percaya , memahami hotel, memiliki pengalaman yang baik tentang hotel, jika dapat, suruh mereka presentasi untuk bisnis plan mereka pertahun dan schedule  pekerjaan perbulan serta marketing plan atau perencanaan pemasaran. Jangan anda serahkan kepada orang yang benar benar anda percaya namun tidak memiliki latar belakang hotel.
Jika pun anda tetap ingin demikian, pasangkan orang kepercayaan anda dengan orang yang memiliki pengalaman hotel yang menguasai minimal 4 pengetahuan departemen hotel yaitu front office, food & beverage, marketing & accounting.

Untuk pertanyaan dan hal lain, anda dapat mengirim email ke kami atau  kontak.

Sunday, February 15, 2015

Blue Bird Group : Membidik Pasar MICE Lewat Inovasi dan Layanan



Usianya memang sudah hampir setengah abad. Tetapi soal MICE, Blue Bird mengaku masih harus lebih jeli menembak sasaran. Pasarnya niche, tetapi kritis. Tak hanya perkara penyediaan armada, sekaligus juga layanan dan previledge.

Sebagai pemain transportasi kawakan di Indonesia, Blue Bird memang boleh di atas angin. Jaringannya sudah menggurita lebih di 20 kota besar dengan armada taksi melebihi 23.000 unit tersebar di lebih dari 61 titik pool. Itu belum yang termasuk jenis eksekutif. Tercatat berjumlah sekitar 1200 unit dari berbagai tipe. Anda tinggal  pilih jenisnya: mercedes Benz C200 CGI & C230 elg & E200 CGI & E200 K, Toyota Vellfire, Toyota Alphard dan Toyota Camry). Rata-rata armada yang ditawarkan pun  berbasis teknologi yang disesuaikan dengan gaya hidup mobile kalangan masa kini.

Tak hanya itu , Blue Bird juga memberi perhatian penuh untuk kalangan manula dan difabel. Mereka punya hak dan prestise sama untuk dilayani. Sehingga, lahirlah taksi  bertipe khusus jenis Nissan Serena untuk mengakomodir kebutuhan mereka. 

Dari taksi, Si Burung Biru itu lantas menelurkan penyewaan bus. Melalui anak usaha Big Bird, dibesutlah bus-bus  beraneka pilihan.  Mulai dari 10 seat hingga 54 seat. Kelasnya juga bervariasi sesuai ukuran kantong. Dari yang reguler sampai premium  yang cuma 12 seat.  

Untuk segmen spesifik berkelas yang membutuhkan privasi lebih, Golden Bird melantaikan mobil-mobil mewah berjenis limousine dan BMW yang mangkal di sejumlah hotel bintang lima di Jakarta dan Bali. Bahkan, penyewa bisa lepas kunci. Wahh, serasa milik pribadi. 

Lengkap, begitulah yang dirasakan sejumlah Professional Conference Organizer (PCO), Professional Event Organizer (PEO) dan korporat yang menjadi pelanggan jasa transportasi Blue Bird Grup ketika Majalah Venue survey untuk penentuan The Best Car Rental-Indonesia MICE Awards. Hanya tinggal call atau menyentuhkan jemarimu di layar telepon pintar, kebutuhan transportasi Anda terpenuhi tidak pakai lama. 

Di tengah kompetisi pemain jasa transportasi yang lumayan ketat, inovasi dan layanan memang mutlak dibutuhkan untuk eksistensi. Terlebih Blue Bird saat ini mulai berinvasi menyasar segmen MICE dan korporat. Segmen yang boleh dibilang cukup rewel dalam hal layanan. Bagaimana tidak, dalam suatu event konferensi internasional dengan ratusan atau ribuan peserta, jika tidak bagus dalam urusan transportasi saja, bisa langsung rusak seluruh acara. Seperti, supir yang lalai terhadap waktu, tidak ramah dan tidak hospitalized serta kualitas armada yang kurang baik, dalam sekejab dapat membinasakan imej acara yang telah dibangun.
Tidak sedikit PCO dan PEO yang lumayan menguras energi jika mengurus persoalan transportasi. Makanya tak heran, bagi PEO yang kerap menggarap event berkelas internasional, lumayan selektif memilih perusahaan jasa transportasi. Susilowani Daud, Direktur Utama Pacto Convex salah satunya, mengaku pernah dipusingkan dengan layanan jasa transportasi di suatu daerah. Padahal eventnya internasional. Sejak itu, ia harus berfikir beberapa kali jika menggelar suatu konferensi yang notabene di luar Bali dan Jakarta. Ya, salah satunya karena urusan transportasi. 

Survey yang kami lakukan di kalangan korporat, PCO, PEO dan travel, rata-rata memang menilai Blue Bird Group memberikan banyak kemudahan, selain kekuatan armadanya yang bervariasi. Perusahaan yang didirikan oleh Mutiara Fatimah Djokosoetono) 42 tahun silam ini juga kooperatif terhadap komplain klien. “Perusahaan yang bagus bukan berarti tanpa komplain, tetapi justru kesigapan menangani komplainlah yang membuat mereka eksis karena klien makin percaya,” ujar salah satu responden yang merupakan pemilik sebuah perusahaan travel ternama di Jawa Tengah. Ia pernah komplain terhadap layanan bus Big Bird, dan segera mendapatkan respon positif. 

Sebuah PEO ternama di tanah air ini juga merasa nyaman dengan Blue Bird Group, lantaran kecepatan respon dalam hal pelayanan, kualitas dan kualitas armada, serta supir yang penuh manner. Blue Bird Group pun tahu benar bagaimana men-treat customer berbagai level. “ Blue Bird memang menjadi pilihan utama kami dalam memilih perusahaan jasa transportasi. Meski kami  juga kerap menjalin hubungan dengan sejumlah perusahaan  jasa transportasi lain.  Ada beberapa event yang kita share antara Blue Bird dan lainnya,” ujar responden yang tak ingin disebut namanya. 

Awal November 2014, Blue Bird Group dengan 15 anak perusahaannya resmi mendaratkan perusahannya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan begitu, predikat sebagai perusahaan publik dan diawasi secara jamaah menjadi salah satu alasan Blue Bird tak berhenti berinovasi. 

Saat ini, Blue Bird mengklaim telah melayani sebanyak 8,5 juta penumpang saban bulannya. Dari jumlah tersebut, memang Blue Bird belum merinci berapa persen yang dikontribusikan dari segmen MICE dan korporat.  Tetapi yang jelas, pasar MICE dan korporat terus tumbuh. Ini dilihat dari progresifnya anak perusahaan Blue Bird yaitu Big Bird dan Golden Bird berinovasi dan menelurkan berbagai unit kendaraan. 

Meeting di Dalam Bus Premium


Ini salah satu inovasi Big Bird yang cukup menggebrak dunia jasa trasportasi. Bus dengan ruang-ruang nyaman untuk bekerja sekaligus liburan. Berada di dalamnya, serasa memang tengah berekreasi. Lupa macet karena banyak hal yang bisa dinikmati di dalamnya. Mulai dari urusan kerja sampai entertainment.

Berkapasitas 12 seats, tubuh Anda  siap  dimanjakan dengan kursi empuk ergonomic yang bisa diatur posisinya. Meja portable dengan sejumlah perangkat penyambung gajet dan power supplay. Selain itu, Anda juga bisa menonton film atau berkaraoke ria menikmati 2000 lagu pilihan. Dapur mini, kulkas dan toilet mengambil ruang tersendiri. Termasuk juga ruang driver. Privasi, itulah yang coba dikemas oleh Big Bird.

Terobosan serupa pernah dibesut oleh bus wisata Omah Mlaku yang beroperasi di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Beberapa tahun lalu, bis ini sempat menjadi dipakai beberapa perusahaan yang ingin menjamu klien istimewa atau kalangan top management yang ingin “berwisata bisnis” Tetapi belakangan, tidak terdengar lagi. 

Dan, kali ini Premium Big Bird mencuri perhatian. Endusan pasarnya yaitu kalangan pebisnis dan eksekutif yang super sibuk dan mobile atau sebaliknya penyuka travelling yang ingin menikmati nuansa entertainment maksimal di perjalanan.

 Armada ini dilucurkan pada Oktober 2012.  Jumlahnya  baru 3 unit dengan dua varian yaitu Alpha (1 unit) dan Bravo (2 unit). Yang membedakan tipenya hanya pada ruang meeting yang bisa dioptimalkan juga sebagai ruang karaoke. 

Harga sewanya, lumayan kompetitif. Untuk tipe Alfa yang memiliki ruang pertemuan dibanderol  Rp 9 juta per 18 jam. Sedangkan tipe bravo, sewanya Rp 4 juta per 18 jam. Bisa dipesan 3 jam sebelumnya melalui call centre atau Taxi Mobile Reservation (TMR).

Saat ini menurut Noni Purnomo, Vice President Business Development Blue Bird Group, Big Bird Premium ini masih dalam proses pengenalan dan tes pasar sekaligus melakukan berbagai penyempurnaan untuk memaksimalkan layanan. Meski demikian, katanya, ada beberapa perusahaan yang mulai tertarik untuk bekerja sama. 

Angin segar sepertinya bertiup lagi untuk pasar MICE. Terlebih dengan kelarnya venue Indonesia Convention & Exhibition Expo di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang Selatan. Pastinya akan semakin membuka ruang lebih banyak bagi kegiatan konferensi internasional. Dan, Big Bird Premium bisa menjadi salah satu solusi mengentertain delegasi asing atau tokoh penting lainnya.

Tulisan ini telah dimuat di Majalah Venue edisi Desember 2014

Wednesday, January 14, 2015

Penawaran Spesial Menginap di Harris Raya Kuta



Woro-woro yang ingin liburan ke Bali ! Menginap yuk di Hotel Harris Raya Kuta, Bali ! Kami tawarkan voucher hotel murah, tipe superior, hanya Rp 1.350.000 untuk 3 malam, 4 hari tanpa ++. Harga sudah termasuk breakfast. Normal rate-nya sekitar 500-600 ribuan per malam. Berlaku kapan saja baik low maupun peak season, sampai Desember 2015.

Hotel bujet 80 kamar ini cocok bagi Anda yang ingin travelling di Bali. Interiornya catchy, bernuansa orens, dengan desain yang simple. Berada di dalamnya, benar-benar berasa liburan. Berpakaian sporty dan berkesan friendly, staf hotel Harris dengan cekatan melayani sepenuh hati tetamunya.


Lokasinya ? jangan khawatir ! Anda nggak bakalan kecewa, apalagi sampai dibuat muter-muter untuk sekedar mencari oleh-oleh atau menikmati suasana pantai. Ya, Harris Raya Kuta terletak di pusat obyek wisata ternama yaitu di Jalan Raya Kuta. Cuma 5 menit untuk menikmati Pantai Kuta. Belanja oleh-oleh, tinggal jalan kaki ke toko Krisna. Bagi penyuka kaos bertuliskan kata-kata nyeleneh, juga cukup jalan sebentar menuju  Joger yang berada tepat di seberang hotel.

Tentu selagi di sana, Anda tak akan melewatkan kesempatan berkesan menikmati Bali. Seperti mencicipi kuliner khas Bali atau mencumbui suasana malam di pinggir Pantai Kuta. Di seputaran hotel, terdapat  berbagai kafe dan restoran. Mulai dari restoran khas Bali yang menawarkan Bebek Betutu, masakan nusantara sampai internasional. Tinggal dipilih yang sesuai selera.


Untuk kamar, memang tidak begitu besar, tetapi kebersihannya terjaga. Di dalamnya tersedia TV LED 32", Day bed, mini bad, deposit box, hair dryer dan sendal. Showernya bisa diatur air panas dan dingin. Akses internet nirkabel bisa dinikmati secara cuma-cuma di dalam kamar. Fitnes pun disediakan gratis. Wah tambah paripurna liburannya.

Tertarik? yuk segera beli vouchernya ! call/sms : 081310976735, WA : 08974916198.

Keterangan sumber voucher :
Voucher ini merupakan barteran dari iklan di media, jumlahnya terbatas. Harga yang kami tawarkan, Insya Allah dibawah harga di situs booking online, kecuali mungkin jika ada promo spesial yang sedang dipromosikan situs booking onlie.

Harga sudah termasuk booking, tapi belum termasuk pengiriman voucher asli. Voucher asli akan dikirim setelah pelunasan.

Alamat hotel :

Jl. Raya Kuta No. 83 E, Kuta - Badung, Bali, Indonesia 
l Phone: +62 361 763863 l Fax: +62 361 763867
 http://rayakuta-bali.harrishotels.com/

* kami juga menjual beberapa voucher hotel lainnya di Bali

Ramada Hotel : 10 persen lebih murah dari booking.com breakfast included
Best Western Premier Sunset Road : Rp 1 juta/ malam (normal rate 1,2-1,5 juta), breakfast includedGrand Inna Kuta Bali : Rp 950 ribu/malam (normal rate 1,1-1,2 jutaan).



Tuesday, December 30, 2014

Hotel Amaris Memulas yang Ekonomis jadi ‘Berkelas’



Sejak diluncurkan tahun 2007, hotel Amaris memang  manis memikat hati segmennya : ekonomis di kantong, berkelas di layanan. Tamu yang menginap pun tidak berasa turun kelas.

Jangan abaikan selera tamu. Begitulah yang ingin disampaikan hotel besutan grup Santika ini. Meski konsepnya bed and breakfast, Amaris  pantang irit soal pulas memulas selera. Inilah yang membuat Amaris makin eksis di tengah kompetisi hotel bujet yang lumayan rapat lima tahun belakangan ini.

Soal harga, tidak sedikit yang menilai, Amaris lebih mahal di kelasnya. Tetapi jika melihat dari layanan dan fasilitas yang ditawarkan, rasa mahalnya menjadi hilang. Bahkan, lebih ekonomis di kantong. Makanya, Amaris sedari awal,  lebih suka disebut smart hotel dibanding budget hotel yang terkesan berhitung fasilitas karena menyesuaikan harga. Harga bagi hotel bujet adalah menu. Mau nyaman, tinggal pilih saja menunnya,  harga mengikuti. Sedangkan Amaris, tarif sekitar Rp 400 ribuan, tamu tak perlu bayar lagi untuk kenyamanan.
Smart location, smart service, dan smart employees, itulah konsep yang terus dibranding dan menjadi acuan dalam setiap pengoperasian Amaris.

Amaris menciptakan trend segmen smart adalah orang-orang yang cermat dan rasional memperhitungkan tujuan menginap. Mereka juga kritis terhadap layanan, namun ingin tetap praktis alias tidak mau dipusingkan dengan hal-hal ribet yang bisa membuang waktunya. Dan, masalah kenyamanan tetap nomor satu.

Itulah mengapa kamar hotel Amaris dibuat lebih luas (14 m2) dibanding hotel sejenisnya. Interornya juga didesain bergaya chic dengan aneka warna yang memancarkan energi dinamis nan elegan. Akses internet nirkabel gratis diakses seluruh tamu baik di area publik maupun kamar. Di setiap kamar, dilengkapi juga dengan save deposit box, TV LED dan meja kerja simple.   Bagi yang ingin kongkow dengan kolega, bisa duduk-duduk santai  di kafe.

Khusus pebisnis yang ingin menggelar pertemuan kecil, tidak perlu repot, sudah disediakan ruang pertemuan. Tidak banyak, tetapi cukuplah untuk meeting kecil berkapasitas sekitar 30-an orang. Bahkan di sejumlah properti Amaris yang berlokasi di daerah wisata, dapat menikmati kolam renang. Area parkirnya pun cukup luas dan gratis untuk para tamu.

Dengan fasilitas tersebut,  siapa saja yang menginap, baik kalangan pebisnis maupun single traveller dan family tidak lagi galau kelas. Sejumlah perusahaan multinasional pun kini sudah terang-terangan menginapkan karyawan di kalangan top management-nya di Amaris untuk tujuan bisnis. Meski untuk kalangan tertentu seperti CEO masih sungkan diinapkan di bawah hotel bintang lima.

Tetapi tidak tahu juga ke depannya. Bisa jadi semangat penghematan yang ditiup di kalangan pemerintahan Jokowi merembes  ke korporat. Mereka jadi berbondong-bondong menginap di hotel bujet. Siapa tahu.
 Wakil Ketua PHRI, Haryadi Sukamdani pun memprediksi  ceruk bisnis hotel bintang lima di tahun 2015 akan terseleksi alam dan hidup merapat di kota-kota besar. Selebihnya, hotel bujet mendominasi di segala lini baik di pusat kota, daerah wisata, kawasan bisnis dan perdagangan.

44 hotel dalam 7 tahun di 23 Daerah

Hotel Amaris di Pasar Baru-Jakarta menjadi hotel ke-44 dan sekaligus mengkhatamkan pembangunan hotel Amaris di penghujung tahun 2014. Sebuah pencapaian yang lumayan agresif. Amaris berkembang pesat di sejumlah wilayah yang berkategori sedang berkembang baik dalam bisnis maupun pariwisata..

Ke-44 hotel itu sudah termasuk yang beroperasi di Singapura pada medio 2013. Sebagai hotel chain lokal, langkah berani Grahawita Santika mendebutkan Amaris di pasar ASEAN patut diacungi jempol.

Menempati lokasi strategis dan merupakan pusat perbelanjaan terkemuka di Bugis Junction, Amaris Bugis-Singapura terbukti mampu menorehkan prestasi. Okupansi rata-rata yang dicapai bikin investor lega yaitu 70-80 persen per bulannya. Tidak berbeda jauh dengan pencapaian Amaris di Indonesia. Di bulan November 2014, menurut Hinggi Safaranti, Corporate Assistant Marketing Communication Manager Santika Indonesia Hotels & Resort, okupansi Amaris Bugis berada di angka 77 %. Angka tersebut diprediksi naik di bulan Desember. Mengingat peak season perayaan natal dan tahun baru.

Untuk tarif per malam yang ditawarkan hotel dengan 38 kamar itu juga lumayan kompetitif yaitu sebesar 130 dollar atau Rp 1,5 juta jika dikurskan ke rupiah saat ini (Rp 12.000/dolarnya). Ini setara dengan tarif hotel bintang tiga di Singapura. Meski begitu, tak mengurangi antusias tamu yang menginap di sana. Amaris bisa diadu kualitas dengan hotel kakap di Singapura. 



Namun begitu, kata Hinggi, di tahun 2015, belum ada rencana untuk kembali memelarkan Amaris di pasar ASEAN. Banyak pertimbangan yang harus dikaji lebih dalam dan cermat terutama soal tingginya investasi dan proses perijinan. Dan lagi, jika melihat tren ke depan, angin bisnis hotel di Indonesia lumayan bertiup kuat. Incarannya tamu domestik yang makin empuk digarap. Di samping itu kegairahan Kementerian Pariwisata menggenjot target 20 juta wisatawan dan menyosong Masyarakat Ekonomi ASEAN, bisnis hotel secara keseluruhan makin semringah.

Untuk itu, Guido Andriano, Corporate Director Marketing Santika Indonesia Hotels & Resort, makin cermat  memilih lokasi pengoperasian Amaris. Meski Amaris  masuk dalam gerbong Santika, artinya jika Santika beroperasi, tak lama kemudian Amaris berdiri, namun tetap harus lebih jeli menganalisa prospek pertumbuhan bisnis dan pariwisata di suatu wilayah. Setidaknya dalam kurun waktu 5 -10 tahun ke depan, daerah tersebut harus menunjukkan perkembangan yang progresif.

Selama ini okupansi Amaris yang terbesar, rata-rata masih disumbang dari daerah yang notabene relatif mapan dalam pertumbuhan ekonominya, seperti Jakarta, Bandung, Bogor, Bekasi, Surabaya, Jogja, Semarang, Samarinda, Gorontalo, Ambon, dan Palangkaraya.

Guido mengakui, sejumlah daerah memang terdapati dalam keadaan jenuh hotel. Diantaranya Bali, Bandung, Surabaya dan Medan. Kondisi ini, menurut Guido menjadi lampu kuning, yang harus disikapi ekstra sekaligus lebih kreatif lagi mempertahankan loyalitas tamu.


Penentuan segmennya pun lebih tajam dibidik yang disesuaikan dengan karakter wilayah. Misal, segmen tamu transit, tamu bisnis, tamu leasure, atau keduanya bisnis dan leasure. Saking fokusnya menembak sasaran, Guido mengaku tak segan  menolak calon investor yang ingin bekerja sama. Tak semua wilayah yang strategis dan baik pertumbuhannya, lantas serta merta Amaris bisa berdiri. Harus diperhitungkan juga aspek kompetisi atau supply hotel di area tersebut. Ini  untuk menghindari terjadinya oversuplay.

Makanya, tak heran, kepiawaian Amaris meracik formula smart hotel berbujet ekonomis ini  makin menguatkan citra Amaris sebagai trendsetter perkembangan hotel bujet di Indonesia. Ini belum soal layanan dan berbagai program menarik untuk memelihara loyalitas tamu.

Hinggi menyebut salah satunya program Santika Important Person. Sebagai bagian grup Santika, Amaris membangun sinergisitas yang menguntungkan tamu. Tamu yang berstatus menjadi member, selain diberikan diskon khusus menginap berkesempatan pula menginap gratis di hotel  di seluruh jaringan hotel Santika di Indonesia. Syaratnya, jika sudah memiliki poin dalam jumlah tertentu.

Tahun 2015, jika tidak ada aral melintang, secara keseluruhan sebanyak 20 hotel besutan PT Grahawisata Santika siap nangkring. Amaris mengambil porsi terbanyak diantara brand Santika dan Santika Premiere.

Untuk lokasi, Amaris akan berekspansi di Kupang, Bengkulu dan Madiun. Meski begitu, tetap memperkuat pangsa pasar yang sudah populer seperti Bali, Makassar dan Tangerang. Khusus di Makassar, dipastikan Amaris akan membuka dua unit hotel yaitu Amaris Hotel Hertrasning-Makassar dan Amaris Hotel Petarani-Makassar.

Tulisan ini juga dimuat di Majalah Venue, edisi Januari 2015

Monday, April 7, 2014

Bisnis Apartemen Bagi Pensiunan



Pensiun adalah masa dimana kita mengakhiri tugas kita pada suatu perusahaan, dengan dana pensiun yang kita miliki dari perusahaan mewajibkan kita untuk berpikir kemana dan apa yang dilakukan setelah pension. Tentunya mencari penghidupan yang baru dengan membangun usaha adalah pilihan yang harus diambil, mengingat usia yang sudah tidak layak lagi sebagai pekerja baru pada perusahaan yang kita ingin kan. Cenderung perusahaan juga tidak menerima kita karena usia sudah tua.
Beberapa pensiunan banyak mengalihkan uang pensiunnya untuk membangun usaha, anggaplah si A pensiunan dari Pertamina menerima dana pensiunnya sebesar Rp. 1 miliar. Akhirnya memilih bisnis percetakan karena ditawari oleh seorang pebisnis percetakan yang katanya menyanggupi menjalankan percetakannya. A menginvestasikan dananya sekian ratus juta untuk membeli peralatan mesin-mesin untuk bisnis percetakannya ini. Secara bisnis , usaha ini akhirnya berjalan dan memperoleh berbagai macam transaksi. Namun secara kebetulan suatu saat pebisnis yang tadinya menjalankan bisnis ini mengundurkan diri karena tergiur untuk bisnis sendiri. Selanjutnya usaha ini dijalankan sendiri. Secara keahlian A tidak mempunyai pengalaman dibidang percetakan baik pemasaran maupun teknisnya, secara lambat laun bisnis ini menurun, itulah yang akhirnya terjadi. Hingga akhirnya A memutuskan ingin menjual peralatan percetakan.
B adalah pensiunan dari Bank Mandiri dengan dana sebesar Rp. 800 juta, memilih mengivestasikan uang pension untuk membeli bangunan berukan ruko di persimpangan jalan. Harga property tersebut sebesar Rp. 1 miliar, B menggunakan uangnya sebesar Rp. 500 juta untuk pembelian ruko dan sisanya menggunakan dana bank ( Pinjam ). Property tersebut oleh B direhab dibuat sekat-sekat sehingga menjadi ukuran 3 x 3 dan 4 x 4 sebanyak 5 unit. B kemudian menyewakan unit-unit tadi kepada pihak lain dengan harga perunit Rp. 10 hingga Rp. 12 juta pertahun. Bisnis ini berjalan hingga saat ini.  Dan B bisa menikmati masa pensiunnya dengan memperoleh hasil dari investasi property tadi tanpa juga diberatkan dengan amgsuran kepada Bank karena semua sudah tercover dari pendapatan sewa tadi bahkan lebih untuk kepada bisnis usaha lain yang inin dikerjakan B.
Dengan cara dan perhitungan yang baik, bisnis property memang cenderung lebih menguntungkan daripada investasi kepada bisnis yang lain, pada bisnis ini kita cenderung tidak serta merta memfokuskan diri mengawasi property tadi, beda halnya dengan bisnis makanan dimana kita wajib focus memperhatikan semua aspek yang berhubungan dengan makanan tadi meliputi rasa, tampilan, jenis makanan, warna , pengantaran dan lain-lain untuk tidak mengecewakan pelanggan. Property cenderung tidak sefokus bisnis makanan dan lebih banyak memberi waktu kita untuk melakukan hal-hal lain. Sehingga bisa dibilang cocok untuk para pensiunan yang ingin menginvestasikan dana pensiunnya pada bisnis serta menikmati masa-masa pensiunnya tanpa khawatir kekurangan atau tidak memiliki pemasukan.
Dalam hal mengivestasikan dana pensiun, kami memiliki masukan penggunaan dana tersebut yaitu dengan menginvestasikannya pada bidang property, dan disini kami menyarankan Bisnis apartemen. Membeli apartemen bukan berarti untuk anda tempati hingga  seterusnya, membeli apartemen dalam hal ini sebagai investasi anda yang menghasilkan bagi anda karena membeli apartemen tadi. Apartemen-apartemen yang anda beli tadi akan kami kelola seprofesional hotel bintang sehingga anda hanya akan menerima hasil bersih dari kegiatan kami tadi. Kami akan melakukan penjualan/penyewaan dengan system hotel, perawatan, pelayanan kepada tamu apartemen dan pengurusan operasional apartemen meliputi pembayaran service, biaya listrik, air dan telp.
Anda sebagai pemilik apartemen hanya akan menerima hasilnya dan menikmati masa-masa pensiun dengan terus menerima pendapatan dari apartemen anda.
Berapa yang anda perlukan untuk memiliki apartemen anda, berikut adalah perkiraan rancangan investasi anda.
Harga Apartemen                                          Rp. 290.000.000,- ( Apartemen P. wangi Samarinda )
Uang muka                                                    Rp.    55.000.000,-
Perkiraan angsuran 10 thn                             Rp.      3.000.000,-/bulan
Penjualan/Penyewaan Apartemen :
Perbulan                                                                                                           Rp.      7.000.000,- atau
Harian @ Rp. 300.000,-/malam okupansi 25 hari maka perbulan                  Rp.      7.500.000,-
Biaya Operasional Rp. 1 juta perbulan ( Biaya service, PDAM/PLN )
Sisa Rp. 6.000.000,-

Dari hasil skema diatas setelah dipotong angsuran kepada Bank, anda masih bisa menerima penghasilan dari apartemen tadi. Bagaimana jika anda mempunyai lebih dari 1 apartemen, misal anda investasi 5 atau 10 apartemen, tentu hasilnya lebih besar dan secara operasional, perawatan dan penjualannya adalah menjadi bagian kami. System dan cara penjualan kami lakukan secara offline maupun online, kerja sama dengan perusahaan-perusahaan secara corporate rate maupun umumatau walk in guest
so kapan sebaiknya beli apartemen? sebaiknya sebelum anda mencapai masa pensiun, jadi ada persiapan-persiapan dan kesiapan untuk semua situasi yang mungkin perlu menjadi pertimbangan.