Pages

Saturday, January 4, 2014

Cheria Travel, Solusi Wisata Muslim ? Bikin “Kecewa”

tourtravelwisatamuslim
Wisata muslim memang sedang menjadi tren, bukan hanya di Indonesia, sekaligus juga dunia. Untuk destinasinya pun tak lagi didominasi pada negara-negara mayoritas muslim. Sejumlah negara non muslim seperti Thailand, Vietnam, Singapura, Korea Selatan, Cina, Jepang, bahkan beberapa negara Eropa kini mulai berbenah menyambut wisatawan muslim

Sebagai muslim tentu fenomena ini merupakan sebuah trend travelling yang membanggakan. Karena, yang namanya wisata muslim, sudah pasti erat kaitannya dengan label kehalalalan yang membuat nyaman ketika beriwisata. Prinsipnya, salat lima waktu wajib dilaksanakan, dan bisa menikmati makanan halal bebas alkohol di negara-negara non muslim. 

Syukur-syukur usai travelling, turis bisa mengambil hikmah dan pelajaran atas makna penciptaannya di muka bumi. Bukan sekedar menikmati obyek wisata atau belanja saja. Dan, bagi yang non muslim yang ingin turut serta wisata halal juga bisa merasakan manfaatnya, seperti perjalanan menjadi lebih sehat karena makan dan minum di restoran halal, misalnya.

Memilih Biro Perjalanan yang Menawarkan Wisata Halal


TravelUmrohdanHajiPlus

Karena wisata muslim tengah digandrungi, pastinya sekarang banyak biro perjalanan atau perusahaan tour and travel yang berlomba-lomba menawarkan paket tour wisata muslim. Nah, tantangannya nih bagi konsumen, untuk memilih perusahaan tour and travel yang tepat plus membuat perjalanan kita menyenangkan dan nyaman. 

Untuk memburu perusahaan tour travel wisata muslim, Anda bisa datang ke pameran-pameran travel yang kini banyak digelar, rekomendasi atau referensi teman, saudara, kolega, atau yang mudah, tanya Mbah Google deh. Namun, saking banyaknya pilihan, berburu biro perjalanan memang jadi tidak mudah juga. Hehhe malah seringnya jadi kebingungan sendiri. Apalagi dengan berbagai macam penawaran menarik dan jaminan mutu pelayanan yang ‘sempurna’.

tourtravelwisatamuslim

Embel-embel wisata halal jadi menarik dijual pebisnis travel. Sekedar patokannya saja nih, pokoknya pilih perusahaan tour travel wisata muslim yang berbadan resmi, alamat kantor jelas, dan track record pengalamannya bagus ketika membawa klien. 

Di era internet sekarang, pastinya transparansi menjadi lebih mudah dilihat. Nah, Anda bisa menyelidiki perusahaan travel salah satunya  dari sumber situs atau websitenya deh, ada atau tidak.  Sekalipun ada, apakah ter-update kontinyu. Kemudian, lebih bagus jika perusahaan tersebut melengkapinya dengan media sosial. Karena, adanya media sosial, selain untuk kepentingan promosi,  perusahaan tersebut mengindikasikan memiliki keinginan untuk membangun hubungan yang sinergis dengan klien, lebih memberikan pelayanan  maksimal, dan handling complaint yang cepat jika ada suatu masalah. 


tourtravelwisatamuslim

Soal website saja, sekalipun perusahaan travel punya, tetapi tidak sedikit yang ter-update, hanya jualan tiket secara online, atau tidak memberikan edukasi tentang travelling terlebih untuk wisata muslim yang memadai. Edukasi ini bisa dalam bentuk penjelasan destinasinya, wisata halalnya itu kayak gimana dan seperti apa, handling komentar dan layanan ketika pengunjung website bertanya dan sebagainya. Kepiawaian biro perjalanan tersebut dalam menjabarkan atau memformulasikan pesan tentang wisata muslim yang notabene perjalanan wisata halal,  menurut saya menjadi penilaian utama. Ya iya dong, kan yang dijual wisata untuk muslim, kalau perusahaan travelnya tidak tahu menahu atau berpengetahuan sedikit tentang keislaman, wah bisa berabe, sekedar kamuflase saja kalau begitu. 

pakettourwisatamuslimMemang sekarang sejumlah negara non muslim sudah bergairah membangun fasilitas untuk wisatawan muslim seperti mesjid, restoran halal, dan sebagainya. Tetapi, yang namanya perjalanan wisata muslim, seorang guide atau pemandu wisata dari travel tersebut, setidaknya harus sudah khatam deh tentang sifat kesyariahannya itu sendiri. Misalnya, soal fiqih salat dalam perjalanan, manfaat berjamaah, atau hal-hal sunah di perjalanan selain ibadah wajib yang sangat berguna bagi klien. 


Kalau judulnya umroh atau haji, si pemandu wisata sudah sangat paham, karena biasanya level ustad yang digunakan untuk membimbing klien. Tetapi kalau paketnya wisata muslim ke Eropa, Korea Selatan atau lainnya yang notabene ingin berwisata ke negara-negara non muslim dengan obyek yang dikunjungi sedang populer, hmm menurut saya, si pemandunya juga harus memiliki pengetahuan keislaman yang mumpuni. Hayoo..syaratnya jadi mengarah ke unsur islaminya ya..Menurut saya, ini mutlak diperhitungkan oleh konsumen yang ingin perjalanan wisatanya bisa berkah, bukan sekedar “jualan halal”. 

Cheria Travel, Bikin “Kecewa” 


pakettourwisatamuslim

Cheria Travel ? jujur saya baru mengetahui travel ini setelah browshing di internet. Berbagai pencarian tentang wisata muslim, wisata halal pada  google dan yahoo hampir dipastikan  didominasi oleh perusahaan biro perjalanan wisata yang relatif baru ini. Ya, resminya Cheria Wisata Tour Travel baru berdiri tahun 2012 sebagai Biro Perjalanan dan Penyelenggaraan Haji ONH Plus dan Umroh serta Tour Wisata Muslim dalam payung hukum PT CHERIA (SIUP : 2365/2012 dan Depag RI Ijin Umroh Depag RI No. D/ 816-2012, Ijin Ibadah Haji Khusus Depag RI No. D/355. 

Memang usianya masih seumur jagung tetapi debutnya, bikin saya ‘kecewa’. Alasannya :  

    1. Dari awalnya 10 karyawan, dalam tempo relatif singkat Cheria Wisata Tour Travel sudah memiliki sekitar 30 karyawan dan 4 kantor cabang yang tersebar di Pekanbaru, Bogor, Bandung dan Manado. Kantor pusatnya sendiri terletak di Jakarta, tepatnya di Gedung Twink Lt.3, Jalan Kapten P. Tendean No. 82 Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Selain itu PT Cheria juga memiliki beberapa anak usaha, salah satunya Jazirah Wisata. 


    cheriatravel2. Uniknya sebagian besar klien perusahaan yang didirikan oleh Cheriatna dan Farida Ningsih ini bersumber dari klien online yang dikail dari tulisannya tentang travel dan wisata muslim, wisata halal di blog. Memang, suami istri ini sudah berkecimpung lama di dunia marketing online dan offline, jadi tinggal dipertajam lewat edukasi di dunia maya. Jadi, sangat beralasan, Cheriatna yang juga founder Komunitas Bisnis Dari Rumah (BDR) ini sukses di dunia marketing online. Apalagi duet maut pasangan ini  menoreh cerita manis saat memasarkan paket umroh bersama Almarhum Ustadz Jefri Al Buchory. So, makin matang nih. 

    3. Edukasi sekaligus promosi lewat dunia sosial media juga moncer. Bagaimana tidak, doi memiliki perusahaan khusus di bidang jasa pemasaran online lengkap dan terintegrasi, PT Cheria Media, namanya. Siap membantu non stop usaha Anda. 

    4. Usut punya usut lagi, founder Cheria Tour Travel ini rupanya adalah pioner dari terbentuknya Komunitas Wisata Halal di Indonesia. Pastinya, soal kesyariahan wisata halalnya tidak perlu diragukan. Wong doi penggagasnya. Ibu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saja, Mari Elka Pangestu, baru intens mendiskusikan wisata halal kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) loh pada September 2013. Malah, kabarnya Indonesia akan dijadikan gerbangnya wisata halal di dunia. Semoga deh bisa tercapai segera ! 

    travelumrohdanhajiplus


    5. Soal wisata halal yang ditawarkan, Cheria Travel tidak hanya menjamin kliennya salat lima waktu di mesjid yang nyaman, tetapi juga mengajak mereka salat berjamaah. Wah, pahalanya sudah pasti berlipat jika berjamaah selain bisa jadi lebih kompak dan erat. Bagi yang membawa serta keluarga, pastinya akan menjadi perjalanan wisata yang berkualitas. Ayah, ibu, dan anak-anak bisa salat berjamaah, yang boleh jadi momen langka karena  kesibukan orang tua atau anggota keluarga lainnya.

    Untuk makanannya juga, dipilih restoran halal yang menyajikan menu lezat dan sehat. Bahkan, klien bisa request, menu yang sesuai atau yang harus dihindari berkaitan dengan faktor kesehatan klien. Pokoknya, tinggal ceritakan saja kebutuhan Anda sebelum berangkat.


    6. Paket wisata yang ditawarkan Cheria Travel beragam. Sebagai spesialis wisata muslim, tentunya Cheria Travel menawarkan paket utama yaitu Travel Umroh dan Haji Plus, selain paket tour wisata muslim lainnya. Untuk Paket Haji Plus, Cheria Tour Travel menawarkan Paket Haji Plus Kuota Depag RI yang memiliki fasilitas lebih baik dibandingkan paket haji reguler, dan waktunya juga lebih sebentar dibanding paket haji reguler. 

    pakettourwisatamuslim
    Begitu pula dengan paket umroh, Anda bisa pilih yang reguler selama 9 hari dengan hanya mengunjungi 3 kota yaitu Mekkah, Madinah dan Jeddah atau paket umroh plus, selama 12 hari. Jadi, 9 hari untuk ibadah umroh dan 3 hari selanjutnya untuk wisata muslim. Destinasinya bisa Anda pilih : Eropa, Istambul Turki, Cairo-Mesir, Dubai, Aqso atau plus Maroko-Spanyol. Waktu umroh baik reguler maupun umroh plus ada setiap bulannya sepanjang tahun.


    7.Untuk bentuk pelayanan, Cheria Tour Travel, lagi-lagi memang bikin “kecewa”. Dia bisa melayani meski cuma 2 orang saja yang berangkat. Paket ini dinamakan FIT (Free Independent Travelers). Selain itu, Anda yang ingin dilayani secara private bisa memilih Paket Private yang tidak digabung dengan peserta lainnya selama tour berlangsung. Bagi Anda yang ingin berangkat bareng teman-teman atau komunitas bisa mengambil Paket Group. Waktunya, terserah klien bisanya kapan.

    8.Promonya juga lumayan ‘nyesek’ nih, Cheria Travel memberikan voucher senilai hingga $100 untuk paket haji, $50 untuk umroh dan $20 untuk paket tour wisata muslim, bagi yang mendaftar secara online


    9.Dan, satu lagi yang bikin spaneng, Cheria Travel menawarkan kerja sama  bisnis bagi yang mau berbisnis travel. Sistem dan promosinya sudah ada lengkap, terpadu dan terintegrasi. Untuk kalangan blogger, juga bisa tuh ikutan peluang bisnis bersama Cheria Tour Travel. Atau bagi yang ingin dapat gratisan bisa ikut lomba menulis. Siap-siap pantengin deh info dari Cheria Travel, siapa tahu rejeki bisa ikut jalan-jalan gratis dan barokah.

     Hmm..9 fakta tentang Cheria Travel memang bikin ‘Kecewa’. Reputasi bisnis yang dibangun secara online, bikin saya KE-semsem ; penawarannya bikin hati CE-tar Membana—kata Syahrini alias takjub, dan kesimpulannya ..I can hardly WA-it ! Ga sabaran mau jalan-jalan bareng Cheria Travel.

     

    Friday, November 29, 2013

    Solo, Kota Inspiratif yang Penuh Pesona

    Solo, saya sangat terkesan dengan kota ini. Kota kecil yang terletak sekitar 70 km sebelah tenggara Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu selalu mengalirkan energi inspirasi. 

     Ya, siapa sangka kota seluas 44,03 km² ini menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang menjadi bagian dari perkumpulan kota-kota dunia yang memiliki warisan sejarah dan budaya yang unik. Bahkan, dengan dikomandoni Pak Walikota Joko Widodo kala itu, Solo unjuk gigi dengan ambil bagian menjadi tuan rumah penyelenggaraan konferensi Internasional Kota-kota Warisan Dunia (World Heritage Cities Conference and Expo/WHCCE) yang digelar pada 25-30 Oktober 2008. Saingannya menurut Jokowi seperti dikutip Majalah Venue, edisi Oktober 2008, sangat berat. Solo harus berhadapan dengan Rusia, Austria, Korea Selatan, dan Pakistan. 

    Salah satu rangkaian karnaval WHCCE. Foto : Kompas
    Bermodal tekad kuat dari Sang Walikota, Solo berani berstrategi dengan menggratiskan biaya penginapan dan makanan kepada seluruh peserta konferensi. Demi sebuah promosi, rasanya uang Rp 400 juta yang dikeluarkan Pemkot untuk meng-cover biaya penyelenggaraan konferensi itu tak besar. Di sisi lain, dukungan dari berbagai pihak yang antusias agar kotanya mendunia juga patut diapresiasi. Seperti dukungan dari pengusaha hotel, restoran, para seniman, agen perjalanan yang saling bersinergi menjamu tamu lebih dari 1.000 delegasi, terdiri dari walikota se-Asia Pasifik, negara anggota United Cities and Local Government (UCLG) Euro-Asia, Asosiasi Pemerintahan Kota Seluruh Indonesia, LSM, dan perwakilan perguruan tinggi seluruh Indonesia. Mereka itulah agen promosi tentang Solo, pikir Jokowi kala itu. 

    Berbagai acara kesenian diantaranya Solo International Ethnic Music, Solo Batik Sale, Borobudur Travel Mart dan International Keroncong Fest dirapatkan jadwalnya sehingga peserta konferensi bisa menyaksikan rangkaian acara tersebut. Hotel dan restoran pun berlomba menyajikan hidangan khas Solo yang lezat. Tidak ketinggalan, pedagang kaki lima yang telah direlokasi dari Banjarsari ke Pasar Klitikan juga menawarkan nuansa eksotisme pasar tradisional yang bersih dan penuh keramahtamahan. 

     Debut Solo dalam penyelenggaraan event MICE –WHCEE waktu itu memang fenomenal. Orang selama ini lebih banyak mengenal Yogyakarta sebagai destinasi unggulan di Jawa Tengah, sekonyong-konyong harus menengok ke Solo. Terlebih dengan jargon kampanye Solo yang sepertinya sempat pula membuat Yogyakarta terperangah yaitu Let’s Go to Solo, the Spirit of Java.

     Yogyakarta dan Solo memang memiliki warisan budaya Jawa yang kuat. Keduanya memiliki keraton dan tradisi budaya Jawa yang mengakar. Ini hanya masalah strategi, kata Jokowi, untuk menjemput wisatawan agar mau berkunjung juga ke Solo setelah dari Yogyakarta. Sang walikota yang juga seorang pengusaha mebel itu sepertinya memang memiliki penciuman yang tajam untuk mendongkrak APBD melalui sektor pariwisata dan bisnis MICE (Meeting, Incentive, Conference and Event). Pariwisata sedang booming, MICE pun menjadi trend di dunia. Apalagi Solo, yang notabene tidak memiliki lahan pertanian atau wisata alam yang mumpuni, otomatis harus berfikir kreatif bagaimana bisa tetap ungguL, syukur bisa bersanding dengan Bali. 

    Orisinilitas hasil kerajinan Solo menarik perhatian turis asing, Foto : Solopos
    Melalui penggalian mendalam dan bercermin dari perjalanan sejarah tentang Solo, Jokowi yang mengaku hanya meneruskan upaya dari pendahulunya ini, menemukan formula yang pas untuk mengangkat Solo ke dunia melalui slogan Solo The Spirit of Java

    Seni gamelan merupakan salah satu ciri khas pertunjukan di Solo. Foto : chic-id.com
    Kekayaan kota yang berusia lebih dari 250 tahun ini memancar kuat hingga saat ini. Solo memiliki dua keraton. Bukti-bukti peninggalan kejayaan masa lalu seperti bangunan bersejarah masih eksis berdiri dalam beberapa kawasan cagar budaya (heritage) dan didiami oleh penduduk yang memegang kuat tradisi. Gapura khas keraton dengan lambang Keraton Surakarta “Radya Laksana” terdapat di beberapa lokasi. Ya, di Solo lah jiwanya Jawa, begitu pesan yang ingin disampaikan kepada dunia luar. 

     Tentang Yogyakarta, justru Jokowi tidak ingin berkompetisi. Sebagai sesama daerah yang berlatar belakang budaya Jawa, Jokowi pada waktu itu ingin membangun sinergisitas yang saling memakmurkan. Apa yang tidak ada di Yogyakarta, bisa dilihat dan dibuat di Solo. Begitu pula sebaliknya. Bandara Adi Sumarmo yang telah berpredikat sebagai bandara internasional pun bisa menjadi bandara internasional antar keduanya. 

     Solo Masa Depan adalah Solo Masa Lalu 


    Terlepas dari figur Pak Jokowi yang piawai meramu formula untuk membangun imej Solo. Yang harus digarisbawahi, sebuah kota apapun itu, memang harus dibangun dengan identitas yang jelas. Harus memiliki visi dan karakter yang khas, bersumber dari potensi dan kelebihan yang dimiliki. Dengan begitu, segala pembangunan ke depannya terarah dan berkembang optimal. 

    Solo the Spirit of Java pun mantab mengejawantah dalam brand kota yaitu “ Solo Masa Depan adalah Solo Masa Lalu”. Visinya bahwa Solo masa depan sesungguhnya adalah Solo yang tradisional. Membangun keunikan tanpa melupakan sejarah kejayaan masa lalu. Solo masa lalu merupakan salah satu pusat budaya Jawa. Inilah button-nya, untuk mengarahkan perkembangan kota dan dinamisasi yang tetap mengusung pada khasanah budaya Jawa. 

    Gladag Langen Bogan, salah satu lokasi kuliner khas Solo. Foto : Surakarta.go.id
    Kilas balik ke belakang, Solo telah memahat sejarah kejayaan sebuah kota kerajaan yang dibangun pada masa Keraton Kasunanan, pertengahan abad ke-18. Dalam perkembangannya kemudian, pemerintah kolonial Belanda  menata Solo dalam konsep mirip kota di Eropa. Jalan protokol dibangun dan berperan sentral sebagai nadi lalulintas hasil bumi dan kepentingan politik kolonial untuk mengawasi keraton. Jalan protokol yang membelah Solo, persis di tengah kota yang membujur dari barat ke timur itu masih dipertahankan, yaitu Jalan Slamet Riyadi. Dahulu jalan itu bernama Whilhelmina Straat dan berubah lagi menjadi Purwosari Weg. Pergantian nama menjadi Slamet Riyadi, dilakukan setelah kemerdekaan untuk menghormati komandan serangan umum empat hari yang memporakporandakan militer Belanda yang menduduki Solo pada Agustus 1949. 
    Tengkleng, salah satu kuliner lezat di Solo

      Bersinergi dengan jalan tersebut, Pemerintah Kolonial juga membangun kantor pos, telepon, jalan kereta api, dan taman rekreasi pada pertengahan abad ke-19. Pada tahun 1931, Solo sudah memililki jalan aspal sepanjang 530 km untuk menghubungkan dengan kota-kota di sekitarnya seperti Yogya, Semarang dan Madiun. Makanya tak heran, Solo menjelma menjadi kota moderen di masanya. 

    Berbagai acara berkaliber nasional dan internasional pernah dihelat di Solo. Sebut saja, diantaranya Kongres Bahasa Indonesia I (1938), Kongres Wartawan Indonesia I (1946) dan Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 1948. Bercermin dari perjalanan sejarah, sepak terjang Solo menjadi tuan rumah penyelenggaraan berbagai acara, membuat Jokowi yakin benar, Solo bakal berkembang menjadi kota MICE yang diperhitungkan. Bukan hanya di Indonesia, sekaligus juga dunia. 

    Sejumlah wisatawan tengah menikmati Solo city tour naik kereta api uang Jaladara. Foto : Solopos
    Tidak tanggung-tanggung, keyakinan Jokowi dibulatkan dengan memboyong acara forum internasional untuk melestarikan kota-kota bersejarah ( WHCCE) itu ke Solo. Meski publik sempat tercengang dengan kehadiran lebih dari 1000 delegasi dunia. Namun, itu sesungguhnya merupakan stimulan untuk mengingatkan kembali tentang sejarah, bahwasanya Solo memang sudah diwariskan kepiawaiannya sebagai penyelenggara acara. Inilah ruh yang terus ditiupkan penyelenggara kota Solo setelah Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta. 

    Jokowi yang menjadi walikota selama dua periode itu yakin sekali dengan visi dan sistem yang kuat, bukan tidak mungkin Solo menjadi seperti Koin, sebuah kota kecil di Jerman atau New Souh Carolina di Amerika Serikat yang penduduknya sejahtera dari aktivitas MICE. Asalkan, tetap konsisten memgang teguh kekuatan seni dan budaya, pondasi Solo.

     Mengail Turis dengan Event MICE 

     MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition/Event) kini sudah menjadi makanan di Solo. MICE kerap diperbincangkan dan menjadi policy. Event yang merupakan amunisi industri MICE ini harus diciptakan dan dikejar, tidak bisa hanya menunggu event luar masuk ke Solo. 

    Masing-masing komponen memang tengah giat membuat perjamuan yang berkualitas. Tata ruang kota dipercantik, kuliner tradisional disemarakkan, pasar tradisional ditingkatkan layanannya, Pedagang Kaki Lima (PKL) didisiplinkan, SDM pariwisata dipersiapkan, kawasan heritage dan kampung-kampung batik dipelihara. Begitu juga fasilitas dan sarana prasarana yang mendukung MICE terus diperbaiki. 

    Keseriusan dari Pemkot jualah yang kemudian dilirik oleh sejumlah investor. Salah satunya investor hotel yang bergairah ekspansi ke kota ini.

     Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2010 hanya ada 79 hotel dengan jumlah kamar 1.916 unit di Solo, tetapi pada 2012 melonjak hingga dua kali lipat menjadi 142 hotel melati dan berbintang serta pondok-pondok wisata dengan jumlah kamar mencapai 4.533 unit. Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Kota Solo, Toto Amanto mengatakan, dari 2011 hingga 2013 berjalan, ada 42 pengajuan pembangunan hotel, 22 pengajuan di antaranya segera memasuki masa pembangunan karena telah mengantongi izin mendirikan bangunan. 

    Bergairahnya industri hotel memang menjadi indikator keberhasilan Solo mencitrakan dirinya sebagai kota MICE. Jumlah wisatawan yang menginap di hotel di Solo, angkanya juga berbanding lurus dengan pertambahan jumlah hotel. 

    Bus Werkudara, bis tingkat wisata di Solo. Sumber : Marketeers
    Menurut BPS, tahun 2010, wisatawan mancanegara yang menginap tercatat 16.880 orang, sementara wisatawan nusantara 925.661 orang. Pada 2012, jumlah wisatawan mancanegara yang menginap di hotel 32.932 orang, dan wisatawan nusantara mencapai 1.287.334 orang. Meningkatnya jumlah wisatawan menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo, Widdi Srihanto, selain dipicu oleh daya tarik budaya dan pariwisata, Solo juga dinilai aman dan nyaman serta memiliki akses yang lengkap. 

     Untuk event, selain mengail event dan acara MICE dari luar daerah. Dinas kebudayaan dan pariwisata Solo juga telah memiliki agenda event  tetap. Tiap tahun kurang lebih ada 40 event digelar. Untuk tahun 2014, Disbudpar kota Solo telah menetapkan sebanyak 45 event seni dan budaya, 18 event diantaranya merupakan event utama seperti Rock in Solo, Konser Gamelan Akbar, Vastenburg Carnival,Indonesia Mask Dance Festival, dan Keraton Art Festival. Tidak ketinggalan Solo Batik Carnival pun menjadi event yang selalu ditunggu wisatawan. Festival Jenang yang untuk kali ketiga dihelat juga mulai memiliki penggemarnya tersendiri. 

    Turis asing tampak asyik membatik di suatu kampung batik di Solo. Foto : Ultimoparadiso
     Kalangan seniman yang notabene nadi kehidupan seni dan budaya di Solo dirangkul erat untuk membangun hubungan yang sinergis. Meski tak dimungkiri, untuk menuju kesempurnaan, Disbudpar Kota Solo juga kerap mendapatkan masukan yang membangun terutama kualitas event dan kedisiplinan waktu, karena menyangkut promosi. Keterlibatan komunitas terkait dan pelaku usaha dalam berbagai policy di bidang MICE dan pariwisata sangat diperlukan sebagai bentuk rasa sense of belonging yang tinggi terhadap kemajuan Solo. 

     Inilah kesanku terhadap kota Solo. Kota yang selalu berenergi mengangkat eksotisme seni dan budaya Jawa ke pentas dunia. Saat ini, Solo yang telah ditetapkan sebagai kota kreatif di Indonesia oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, tengah berupaya masuk dalam 20 besar kota dengan predikat terunik di dunia dari posisinya sekarang ke-77.

    Solo, ya atmosfer kenyamanan begitu terasa ketika beberapa tahun lalu aku menginjakkan kaki di kota ini dalam sebuah perjalanan silaturahmi ke rumah saudara di Yogyakarta. Jalan-jalan tertata rapi dengan taman-taman kota dan trotoar yang begitu memanjakan pejalan kaki. Belum lagi, wisata kuliner yang mudah dijumpai di setiap sudut kota. Solo.. aku ingin kembali mengunjungimu lebih lama dari sekedar transit.

    Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog tentang Solo, kategori tema : kesan. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi referensi Anda mengenal lebih dekat tentang Solo.




    Monday, November 25, 2013

    Grand Royal Panghegar Cari MICE Manager

    Bisnis hotel di Bandung memang terus booming. Sebagai kota wisata belanja dan kuliner, Bandung makin eksis. Kendati hotel terus bertambah, tetapi kuenya seperti tak habis dimakan. Meski tak dimungkiri, kompetisi industri perhotelan di kota ini tengah meruncing. Agar bisa eksis dan punya kue bisnis tersendiri, hotel harus menawarkan keunikan dan sensasinya dalam menjamu tamu. Grand Royal Panghegar salah satunya, saat ini gigih bermain di pasar MICE atau bisnis pertemuan di Bandung. 

    Bervisi menjadi hotel MICE nomor satu di Bandung, Grand Royal Panghegar menawarkan 17 ruang pertemuan dengan ballroom memuat hingga 2000 orang. Sedangkan untuk akomodasi,  Grand Royal Panghegar (GRP) memiliki sekitar 450 kamar. Berlokasi di Jalan Merdeka, kota Bandung, GRP optimis menjadi salah satu hotel MICE terkemuka di Jawa Barat.

    Anda tertarik menjadi bagian dari tim GRP ? bisa mencoba tantangan dan peluang yang ditawarkan GRP sebagai MICE Manager. Syaratnya :

     Candidate must possess at least a Diploma, any field.
     Required skill(s): able to handle big event, good communication, Good Supervisory Skills.
     At least 3 year(s) of working experience in the related field is required for this position.
     Applicants must be willing to work in Bandung. 
     Preferably Manager / Assistant Managers. 
    Contract position(s) available. 

    Bagi yang tertarik dengan kesempatan ini, bisa langsung mengirimkan aplikasi atau lamaran Anda melalui jobstreet di sini.
    Aplikasi paling lambat diterima dua minggu sejak iklan lowongan kerja ini diterbitkan.

     Grand Royal Panghegar dimiliki oleh PT Hotel Panghegar. Berdiri sejak tahun 1960. Hotel Panghegar mengalami renovasi secara besar-besaran dan kini menjadi Grand Royal Panghegar, yang bukan hanya sebatas menyediakan akomodasi, tetapi sekaligus juga sebuah mix-used building yang menggabungkan 5 unsur Quality of Life, meliputi apartemen, hotel, tempat konvensi, perkantoran, pertokoan, restoran, dan fasilitas olah raga. 

    Lini bisnis PT Hotel Panghegar makin berkembang. Ia  memiliki beberapa anak usaha, diantaranya PT Panghegar Hospitality Management, PT. Panghegar Laundry, PT. Panghegar Global Catering, PT. Panghegar Putra Sapta Wisata, Mardhika Citra Prima, PT. Panghegar Kana Legacy, dan PT. Panghegar Kana Property yang tengah mengembangkan property baru di kawasan Dago (Bandung), Garut, dan Bali.

    Sunday, November 24, 2013

    Berlibur Tuntas di Courtyard Marriott Bali Nusa Dua

    Menempati lokasi prestisius di Nusa Dua, Courtyard Marriott Bali Nusa Dua menawarkan experience berkelas bagi Anda yang memang ingin merasakan liburan paripurna. Meeting di Courtyard Marriott Nusa Dua pun jadi serasa liburan karena fasilitas leasurenya lengkap dan suasananya tenang, jauh dari kebisingan. Tak heran, jika hotel yang dikebut pembangunannya untuk menyambut tamu-tamu APEC beberapa waktu lalu itu kini menjadi salah satu prioritas traveller yang ingin berlibur di Bali. 

    Dari segi jarak, juga sangat kondusif dan tak membuat letih di jalan. Pasalnya saat ini Bali makin ramai dan padat dengan hiruk pikuk pembangunan hotel, infrastruktur dan kegiatan pariwisata lainnya sehingga terasa melelahkan jika Anda yang berniat berlibur harus menghadapi kemacetan seperti suasana Jakarta. Courtyard Marriott Nusa Dua hanya berjarak 9 km dari Bandara International Ngurah Rai, atau ditempuh kurang lebih 30 menit berkendara. Lokasinya juga berdekatan dengan pusat perbelanjaan dan arena hang out, Bali Collection Shopping Centre.  Bagi Anda yang ingin menonton theater, ada Bali Nusa Dua Theatre yang berjarak hanya 0,5 km. 

    Untuk menikmati pantai, pilihannya tentu Nusa Dua Beach yang hanya sepelemparan batu dari hotel. Bahkan Courtyard Marriott Nusa Dua mengapling area khusus private beach Nusa Dua. Anda bisa bersantai dengan kolega sambil menikmati wine di The Beach Club. Angin sepoi-sepoi yang bertiup dari laut yang tenang di sekeliling The Beach Club sungguh merelakskan. 

    Untuk kamar, tersedia 250 unit yang menjulang setinggi 4 lantai. Berdesain moderen dengan tipe deluxe, premium dan suite. Kelebihannya lagi, seluruh kamar berbalkon. Bagi Anda yang membawa keluarga atau sedang honeymoon, kamar suite seluas 73 m2 yang berisi 1 bedroom dan living room bisa menjadi pilihan. Sedangkan tipe deluxe, luasnya pun mumpuni, 35 m2. Pemandangan menghadap Pantai Nusa Dua atau lagoon pool menjadi favorit tamu, selain taman. Tiap kamar  dilengkapi pula dengan meja kerja berkursi ergonomic yang nyaman. 


    Bila Anda ingin menghelat pertemuan, disediakan 5 ruang, dengan ballroom berkapasitas 250 orang posisi theater. Selain itu, masih ada area luar ruang yaitu di sepanjang pantai Nusa Dua, cocok untuk gathering dan pesta pernikahan. 

    Akses internet nirkabel diberikan cuma-cuma kepada seluruh tamu baik di kamar, area publik, restoran maupun ruang pertemuan.  Untuk memanjakan tubuh, bisa mengunjungi  Courtyard Spa yang menyajikan aneka treatment spa menyehatkan. Bagi honeymooners, bisa menikmati paket spa khusus. 

    Panorama yang indah dan suasana menyejukkan tentu membuat Anda yang senang berolah raga, jadi tambah betah. Anda bisa jogging atau bersepeda mengelilingi hotel. Dan, untuk anak-anak, ajaklah bergabung di Kids Club yang menyediakan fasilitas bermain dan aneka kegiatan mengasyikkan seperti menari bali, melukis, dan sebagainya. Mari berlibur ke Bali ! dan nikmati sensasi menginap di hotel bintang lima di Bali, Courtyard Marriott Bali Nusa Dua.

    Fasilitas

    • 250 kamar
    • 5 ruang pertemuan
    • Area luar ruang untuk gathering dan wedding
    • Spa
    • Bar, restoran, kafe
    • Lagoon pool
    • Pusat kebugaran
    • Kids Club
    • Akses internet gratis
    • Pusat bisnis

    Alamat

    Kawasan Pariwisata Lot SW1-Nusa Dua Bali 

    Telp :  +62 361 300 3888


    http://www.marriott.com/hotels/hotel-rooms/dpscy-courtyard-bali-nusa-dua/


    Wednesday, November 20, 2013

    Rumah Knockdown untuk Properti Hotel

    Danau Dariza Resort & Hotels, Cipanas Garut.

    Rumah Knockdown Praktis untuk Properti Hotel.

    Ingin mengkreasikan properti hotel Anda dengan rumah adat knockdown? Madani Raya, perajin rumah knockdown asal Tasikmalaya bisa menjadi partner yang terpercaya. Tinggal ceritakan konsep dan ide Anda, Madani Raya siap mewujudkannya.

    --
    Rumah knockdown atau bongkar pasang berkonsep panggung sebenarnya bukanlah hal asing di Indonesia. Memang istilahnya baru populer tepatnya ketika gempa tsunami dan rentetan bencana menerjang Indonesia beberapa waktu lalu.  Karena, rumah panggung  banyak dinilai sejumlah peneliti, tahan terhadap gempa dan bencana. Sehingga rumah panggung banyak didiskusikan dalam berbagai kesempatan ilmiah.

    Sebagai bangsa Indonesia, kita boleh berbangga atas debut yang diwariskan nenek moyang tempo dulu yang membangun rumahnya bergaya panggung dan penuh filosofis. Rumah bagi mereka tak sekedar pelindung dari sengatan matahari dan dinginnya udara di malam hari, tetapi sekaligus pelindung dari ancaman  gempa dan bencana yang sewaktu-waktu menerjang. Apalagi di wilayah Indonesia yang notabene rawan bencana. Dampak cuaca rupanya sudah diperhitungkan matang oleh para pendahulu negeri ini.
    Ola Beach Resort, Maluku. Foto : annisazainal.wordpres
    Rumah adat panggung yang tersohor, diantaranya Rumah Gadang ala Sumatera Barat, Tongkonan dari Tana Toraja, Rumah Panggung Bugis, Rumah Batak Karo dan Rumah Panggung Manado. Rasanya tak terhitung, berapa jumlah rumah adat berkonsep panggung yang berdiri di nusantara.  Hampir setiap daerah baik di dataran rendah di pinggiran sungai maupun dataran tinggi di pegunungan memiliki rumah panggung dengan corak yang khas. Sebuah anugrah dan aset yang tak ternilai harganya.

    Hanya saja karena modernisasi, eksistensi rumah panggung ini mulai tergerus jaman. Banyak rumah di daerah berganti menjadi rumah pondasi semen-pasir. Nyaris tak meninggalkan ciri khas. Dan, biasanya rumah adat panggung dapat dijumpai di area konservasi seni, museum atau pelosok daerah. 

    Resort Sumber Alam, Cipanas, Garut
    Namun begitu, ada gairah positif dari industri perhotelan untuk mengembalikan kejayaan rumah adat panggung lewat properti mereka.  Mereka membangun resor pinggir pantai maupun pegunungan dengan nuansa rumah panggung yang ciamik. Atmosfer menyatu dengan alam menjadi konsep yang rupanya mendapatkan sambutan bagus di pasaran. Peluang inilah yang ditangkap perajin rumah kayu untuk membuat aneka rumah adat  berkonsep panggung yang bisa dibongkar pasang sesuai kebutuhan (rumah knockdown).  Polesan interior bergaya moderen pun menambah nilai tersendiri.

    Makanya tak heran, kemampuan perajin Indonesia mengkreasikan rumah-rumah panggung bernuansa adat  banyak dilirik oleh investor properti dan hotel di manca negara. Salah satunya, klien Madani Raya yang memiliki proyek resort di San Fransisco, Amerika Serikat. 

    Salah satu hasil kreasi rumah panggung Madani Raya diantaranya :

    Rumah Panggung Palembang 
    Type 48 (panjang 8 m, lebar 6 m)
    1 kamar tidur, ruang keluarga, ruang tamu, teras depan

    Spesifikasi :
    1. Rangka utama menggunakan kayu seru (kayu puspa)
    2. Rangka atap menggunakan kayu seru (kayu puspa)
    3. Dinding menggunakan kayu meranti merah
    4. Lantai menggunakan kayu meranti/seru/sejenis
    5. Plafon menggunakan kayu durian
    6. Renda pagar menggunakan kayu durian
    7. Pintu/jendela menggunakan kayu meranti merah
    8. Kaca riben/bening
    9. Kunci/engsel kualitas sedang
    10. Atap standar daun rumbia
    11. Tiang kayu segi empat

    Rumah Betawi Tipe 60

    3 kamar tidur dan ruang keluarga 











    Spesifikasi :
    1. Rangka Utama Menggunakan Kayu Seru
    2. Rangka Atap Menggunakan Kayu Seru
    3. Kusen Pintu/Jendela Menggunakan Kayu Meranti
    4. Kunci/Engsel Mutu Sedang
    5. Lantai Menggunakan Kayu Meranti/Sejenis
    6. Dinding Menggunakan Kayu Meranti Merah
    7.  Plafon Datar Menggunakan Kayu Durian
    8.  Renda Pagar Menggunakan Kayu Durian
    9.  Daun Pintu/Jendela Menggunakan Kayu Meranti
    10.  Tiang Standart Segi Empat Menggunakan Kayu Seri 
    Untuk bahan material, Madani Raya menyesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan klien. Selain rumah knockdown, Madani Raya juga melayani pembuatan gasebo, dan berbagai perangkat untuk resort, hotel, restoran dan sebagainya. 

    Untuk pemesanan, bisa menghubungi  081310976735 (ika) or 08561787185 (Fadli), kami akan memberikan detil sesuai dengan kebutuhan Anda.