Pages

Friday, February 27, 2015

pentingnya manajemen hotel

Sebagai pemilik terkadang menghadirkan seorang manager hotel adalah menambah cost atau biaya saja. Terkadang dalam menjalankan hotel, ada saja informasi yang masuk ke pemilik seperti :
1. Manager hotel terkesan gak ada kerjanya.
2. Jalan jalan saja.
3. Banyakan nelpon.
4. Mencurigakan, main uang.
5. Banyak mintanya tapi hotel kelihatan gak berkembang.
6. Gak kreatif.

Dan banyak lagi info yang pemilik terima, sehingga pemilik tidak menggunakan manager dihotelnya.
Beberapa masukan perlunya minimal seorang hotel manager dihotel anda yaitu:
1. Tamu lebih percaya kepada hotel manager untuk keluhannya daripada ke karyawan hotel atau pemilik hotel... Kenapa? Tentu banyak alasannya. Kepada pemilik, tamu cenderung kurang terbuka, kepada karyawan cenderung emosi saja. Kepada hotel manager cenderung lebih resfect.

2. Hotel manager lebih cepat mengontrol, mengendalikan dan mengatur operasional.

3. Hotel manager merawat dan memperhatikan kebersihan hotel lebih akurat daripada posisi lain bahkan pemilik...  Kebersihan adalah point penting yang paling banyak dikeluhkan tamu.

4. Hotel manager yang berpengalaman memiliki pengetahuan pemasaran yang baik, karenanya sebagai pemilik tinggal men support manager anda.

Karena itu carilah hotel manager yang betul- betul anda percaya , memahami hotel, memiliki pengalaman yang baik tentang hotel, jika dapat, suruh mereka presentasi untuk bisnis plan mereka pertahun dan schedule  pekerjaan perbulan serta marketing plan atau perencanaan pemasaran. Jangan anda serahkan kepada orang yang benar benar anda percaya namun tidak memiliki latar belakang hotel.
Jika pun anda tetap ingin demikian, pasangkan orang kepercayaan anda dengan orang yang memiliki pengalaman hotel yang menguasai minimal 4 pengetahuan departemen hotel yaitu front office, food & beverage, marketing & accounting.

Untuk pertanyaan dan hal lain, anda dapat mengirim email ke kami atau  kontak.

Sunday, February 15, 2015

Blue Bird Group : Membidik Pasar MICE Lewat Inovasi dan Layanan



Usianya memang sudah hampir setengah abad. Tetapi soal MICE, Blue Bird mengaku masih harus lebih jeli menembak sasaran. Pasarnya niche, tetapi kritis. Tak hanya perkara penyediaan armada, sekaligus juga layanan dan previledge.

Sebagai pemain transportasi kawakan di Indonesia, Blue Bird memang boleh di atas angin. Jaringannya sudah menggurita lebih di 20 kota besar dengan armada taksi melebihi 23.000 unit tersebar di lebih dari 61 titik pool. Itu belum yang termasuk jenis eksekutif. Tercatat berjumlah sekitar 1200 unit dari berbagai tipe. Anda tinggal  pilih jenisnya: mercedes Benz C200 CGI & C230 elg & E200 CGI & E200 K, Toyota Vellfire, Toyota Alphard dan Toyota Camry). Rata-rata armada yang ditawarkan pun  berbasis teknologi yang disesuaikan dengan gaya hidup mobile kalangan masa kini.

Tak hanya itu , Blue Bird juga memberi perhatian penuh untuk kalangan manula dan difabel. Mereka punya hak dan prestise sama untuk dilayani. Sehingga, lahirlah taksi  bertipe khusus jenis Nissan Serena untuk mengakomodir kebutuhan mereka. 

Dari taksi, Si Burung Biru itu lantas menelurkan penyewaan bus. Melalui anak usaha Big Bird, dibesutlah bus-bus  beraneka pilihan.  Mulai dari 10 seat hingga 54 seat. Kelasnya juga bervariasi sesuai ukuran kantong. Dari yang reguler sampai premium  yang cuma 12 seat.  

Untuk segmen spesifik berkelas yang membutuhkan privasi lebih, Golden Bird melantaikan mobil-mobil mewah berjenis limousine dan BMW yang mangkal di sejumlah hotel bintang lima di Jakarta dan Bali. Bahkan, penyewa bisa lepas kunci. Wahh, serasa milik pribadi. 

Lengkap, begitulah yang dirasakan sejumlah Professional Conference Organizer (PCO), Professional Event Organizer (PEO) dan korporat yang menjadi pelanggan jasa transportasi Blue Bird Grup ketika Majalah Venue survey untuk penentuan The Best Car Rental-Indonesia MICE Awards. Hanya tinggal call atau menyentuhkan jemarimu di layar telepon pintar, kebutuhan transportasi Anda terpenuhi tidak pakai lama. 

Di tengah kompetisi pemain jasa transportasi yang lumayan ketat, inovasi dan layanan memang mutlak dibutuhkan untuk eksistensi. Terlebih Blue Bird saat ini mulai berinvasi menyasar segmen MICE dan korporat. Segmen yang boleh dibilang cukup rewel dalam hal layanan. Bagaimana tidak, dalam suatu event konferensi internasional dengan ratusan atau ribuan peserta, jika tidak bagus dalam urusan transportasi saja, bisa langsung rusak seluruh acara. Seperti, supir yang lalai terhadap waktu, tidak ramah dan tidak hospitalized serta kualitas armada yang kurang baik, dalam sekejab dapat membinasakan imej acara yang telah dibangun.
Tidak sedikit PCO dan PEO yang lumayan menguras energi jika mengurus persoalan transportasi. Makanya tak heran, bagi PEO yang kerap menggarap event berkelas internasional, lumayan selektif memilih perusahaan jasa transportasi. Susilowani Daud, Direktur Utama Pacto Convex salah satunya, mengaku pernah dipusingkan dengan layanan jasa transportasi di suatu daerah. Padahal eventnya internasional. Sejak itu, ia harus berfikir beberapa kali jika menggelar suatu konferensi yang notabene di luar Bali dan Jakarta. Ya, salah satunya karena urusan transportasi. 

Survey yang kami lakukan di kalangan korporat, PCO, PEO dan travel, rata-rata memang menilai Blue Bird Group memberikan banyak kemudahan, selain kekuatan armadanya yang bervariasi. Perusahaan yang didirikan oleh Mutiara Fatimah Djokosoetono) 42 tahun silam ini juga kooperatif terhadap komplain klien. “Perusahaan yang bagus bukan berarti tanpa komplain, tetapi justru kesigapan menangani komplainlah yang membuat mereka eksis karena klien makin percaya,” ujar salah satu responden yang merupakan pemilik sebuah perusahaan travel ternama di Jawa Tengah. Ia pernah komplain terhadap layanan bus Big Bird, dan segera mendapatkan respon positif. 

Sebuah PEO ternama di tanah air ini juga merasa nyaman dengan Blue Bird Group, lantaran kecepatan respon dalam hal pelayanan, kualitas dan kualitas armada, serta supir yang penuh manner. Blue Bird Group pun tahu benar bagaimana men-treat customer berbagai level. “ Blue Bird memang menjadi pilihan utama kami dalam memilih perusahaan jasa transportasi. Meski kami  juga kerap menjalin hubungan dengan sejumlah perusahaan  jasa transportasi lain.  Ada beberapa event yang kita share antara Blue Bird dan lainnya,” ujar responden yang tak ingin disebut namanya. 

Awal November 2014, Blue Bird Group dengan 15 anak perusahaannya resmi mendaratkan perusahannya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan begitu, predikat sebagai perusahaan publik dan diawasi secara jamaah menjadi salah satu alasan Blue Bird tak berhenti berinovasi. 

Saat ini, Blue Bird mengklaim telah melayani sebanyak 8,5 juta penumpang saban bulannya. Dari jumlah tersebut, memang Blue Bird belum merinci berapa persen yang dikontribusikan dari segmen MICE dan korporat.  Tetapi yang jelas, pasar MICE dan korporat terus tumbuh. Ini dilihat dari progresifnya anak perusahaan Blue Bird yaitu Big Bird dan Golden Bird berinovasi dan menelurkan berbagai unit kendaraan. 

Meeting di Dalam Bus Premium


Ini salah satu inovasi Big Bird yang cukup menggebrak dunia jasa trasportasi. Bus dengan ruang-ruang nyaman untuk bekerja sekaligus liburan. Berada di dalamnya, serasa memang tengah berekreasi. Lupa macet karena banyak hal yang bisa dinikmati di dalamnya. Mulai dari urusan kerja sampai entertainment.

Berkapasitas 12 seats, tubuh Anda  siap  dimanjakan dengan kursi empuk ergonomic yang bisa diatur posisinya. Meja portable dengan sejumlah perangkat penyambung gajet dan power supplay. Selain itu, Anda juga bisa menonton film atau berkaraoke ria menikmati 2000 lagu pilihan. Dapur mini, kulkas dan toilet mengambil ruang tersendiri. Termasuk juga ruang driver. Privasi, itulah yang coba dikemas oleh Big Bird.

Terobosan serupa pernah dibesut oleh bus wisata Omah Mlaku yang beroperasi di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Beberapa tahun lalu, bis ini sempat menjadi dipakai beberapa perusahaan yang ingin menjamu klien istimewa atau kalangan top management yang ingin “berwisata bisnis” Tetapi belakangan, tidak terdengar lagi. 

Dan, kali ini Premium Big Bird mencuri perhatian. Endusan pasarnya yaitu kalangan pebisnis dan eksekutif yang super sibuk dan mobile atau sebaliknya penyuka travelling yang ingin menikmati nuansa entertainment maksimal di perjalanan.

 Armada ini dilucurkan pada Oktober 2012.  Jumlahnya  baru 3 unit dengan dua varian yaitu Alpha (1 unit) dan Bravo (2 unit). Yang membedakan tipenya hanya pada ruang meeting yang bisa dioptimalkan juga sebagai ruang karaoke. 

Harga sewanya, lumayan kompetitif. Untuk tipe Alfa yang memiliki ruang pertemuan dibanderol  Rp 9 juta per 18 jam. Sedangkan tipe bravo, sewanya Rp 4 juta per 18 jam. Bisa dipesan 3 jam sebelumnya melalui call centre atau Taxi Mobile Reservation (TMR).

Saat ini menurut Noni Purnomo, Vice President Business Development Blue Bird Group, Big Bird Premium ini masih dalam proses pengenalan dan tes pasar sekaligus melakukan berbagai penyempurnaan untuk memaksimalkan layanan. Meski demikian, katanya, ada beberapa perusahaan yang mulai tertarik untuk bekerja sama. 

Angin segar sepertinya bertiup lagi untuk pasar MICE. Terlebih dengan kelarnya venue Indonesia Convention & Exhibition Expo di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang Selatan. Pastinya akan semakin membuka ruang lebih banyak bagi kegiatan konferensi internasional. Dan, Big Bird Premium bisa menjadi salah satu solusi mengentertain delegasi asing atau tokoh penting lainnya.

Tulisan ini telah dimuat di Majalah Venue edisi Desember 2014

Wednesday, January 14, 2015

Penawaran Spesial Menginap di Harris Raya Kuta



Woro-woro yang ingin liburan ke Bali ! Menginap yuk di Hotel Harris Raya Kuta, Bali ! Kami tawarkan voucher hotel murah, tipe superior, hanya Rp 1.350.000 untuk 3 malam, 4 hari tanpa ++. Harga sudah termasuk breakfast. Normal rate-nya sekitar 500-600 ribuan per malam. Berlaku kapan saja baik low maupun peak season, sampai Desember 2015.

Hotel bujet 80 kamar ini cocok bagi Anda yang ingin travelling di Bali. Interiornya catchy, bernuansa orens, dengan desain yang simple. Berada di dalamnya, benar-benar berasa liburan. Berpakaian sporty dan berkesan friendly, staf hotel Harris dengan cekatan melayani sepenuh hati tetamunya.


Lokasinya ? jangan khawatir ! Anda nggak bakalan kecewa, apalagi sampai dibuat muter-muter untuk sekedar mencari oleh-oleh atau menikmati suasana pantai. Ya, Harris Raya Kuta terletak di pusat obyek wisata ternama yaitu di Jalan Raya Kuta. Cuma 5 menit untuk menikmati Pantai Kuta. Belanja oleh-oleh, tinggal jalan kaki ke toko Krisna. Bagi penyuka kaos bertuliskan kata-kata nyeleneh, juga cukup jalan sebentar menuju  Joger yang berada tepat di seberang hotel.

Tentu selagi di sana, Anda tak akan melewatkan kesempatan berkesan menikmati Bali. Seperti mencicipi kuliner khas Bali atau mencumbui suasana malam di pinggir Pantai Kuta. Di seputaran hotel, terdapat  berbagai kafe dan restoran. Mulai dari restoran khas Bali yang menawarkan Bebek Betutu, masakan nusantara sampai internasional. Tinggal dipilih yang sesuai selera.


Untuk kamar, memang tidak begitu besar, tetapi kebersihannya terjaga. Di dalamnya tersedia TV LED 32", Day bed, mini bad, deposit box, hair dryer dan sendal. Showernya bisa diatur air panas dan dingin. Akses internet nirkabel bisa dinikmati secara cuma-cuma di dalam kamar. Fitnes pun disediakan gratis. Wah tambah paripurna liburannya.

Tertarik? yuk segera beli vouchernya ! call/sms : 081310976735, WA : 08974916198.

Keterangan sumber voucher :
Voucher ini merupakan barteran dari iklan di media, jumlahnya terbatas. Harga yang kami tawarkan, Insya Allah dibawah harga di situs booking online, kecuali mungkin jika ada promo spesial yang sedang dipromosikan situs booking onlie.

Harga sudah termasuk booking, tapi belum termasuk pengiriman voucher asli. Voucher asli akan dikirim setelah pelunasan.

Alamat hotel :

Jl. Raya Kuta No. 83 E, Kuta - Badung, Bali, Indonesia 
l Phone: +62 361 763863 l Fax: +62 361 763867
 http://rayakuta-bali.harrishotels.com/

* kami juga menjual beberapa voucher hotel lainnya di Bali

Ramada Hotel : 10 persen lebih murah dari booking.com breakfast included
Best Western Premier Sunset Road : Rp 1 juta/ malam (normal rate 1,2-1,5 juta), breakfast includedGrand Inna Kuta Bali : Rp 950 ribu/malam (normal rate 1,1-1,2 jutaan).



Tuesday, December 30, 2014

Hotel Amaris Memulas yang Ekonomis jadi ‘Berkelas’



Sejak diluncurkan tahun 2007, hotel Amaris memang  manis memikat hati segmennya : ekonomis di kantong, berkelas di layanan. Tamu yang menginap pun tidak berasa turun kelas.

Jangan abaikan selera tamu. Begitulah yang ingin disampaikan hotel besutan grup Santika ini. Meski konsepnya bed and breakfast, Amaris  pantang irit soal pulas memulas selera. Inilah yang membuat Amaris makin eksis di tengah kompetisi hotel bujet yang lumayan rapat lima tahun belakangan ini.

Soal harga, tidak sedikit yang menilai, Amaris lebih mahal di kelasnya. Tetapi jika melihat dari layanan dan fasilitas yang ditawarkan, rasa mahalnya menjadi hilang. Bahkan, lebih ekonomis di kantong. Makanya, Amaris sedari awal,  lebih suka disebut smart hotel dibanding budget hotel yang terkesan berhitung fasilitas karena menyesuaikan harga. Harga bagi hotel bujet adalah menu. Mau nyaman, tinggal pilih saja menunnya,  harga mengikuti. Sedangkan Amaris, tarif sekitar Rp 400 ribuan, tamu tak perlu bayar lagi untuk kenyamanan.
Smart location, smart service, dan smart employees, itulah konsep yang terus dibranding dan menjadi acuan dalam setiap pengoperasian Amaris.

Amaris menciptakan trend segmen smart adalah orang-orang yang cermat dan rasional memperhitungkan tujuan menginap. Mereka juga kritis terhadap layanan, namun ingin tetap praktis alias tidak mau dipusingkan dengan hal-hal ribet yang bisa membuang waktunya. Dan, masalah kenyamanan tetap nomor satu.

Itulah mengapa kamar hotel Amaris dibuat lebih luas (14 m2) dibanding hotel sejenisnya. Interornya juga didesain bergaya chic dengan aneka warna yang memancarkan energi dinamis nan elegan. Akses internet nirkabel gratis diakses seluruh tamu baik di area publik maupun kamar. Di setiap kamar, dilengkapi juga dengan save deposit box, TV LED dan meja kerja simple.   Bagi yang ingin kongkow dengan kolega, bisa duduk-duduk santai  di kafe.

Khusus pebisnis yang ingin menggelar pertemuan kecil, tidak perlu repot, sudah disediakan ruang pertemuan. Tidak banyak, tetapi cukuplah untuk meeting kecil berkapasitas sekitar 30-an orang. Bahkan di sejumlah properti Amaris yang berlokasi di daerah wisata, dapat menikmati kolam renang. Area parkirnya pun cukup luas dan gratis untuk para tamu.

Dengan fasilitas tersebut,  siapa saja yang menginap, baik kalangan pebisnis maupun single traveller dan family tidak lagi galau kelas. Sejumlah perusahaan multinasional pun kini sudah terang-terangan menginapkan karyawan di kalangan top management-nya di Amaris untuk tujuan bisnis. Meski untuk kalangan tertentu seperti CEO masih sungkan diinapkan di bawah hotel bintang lima.

Tetapi tidak tahu juga ke depannya. Bisa jadi semangat penghematan yang ditiup di kalangan pemerintahan Jokowi merembes  ke korporat. Mereka jadi berbondong-bondong menginap di hotel bujet. Siapa tahu.
 Wakil Ketua PHRI, Haryadi Sukamdani pun memprediksi  ceruk bisnis hotel bintang lima di tahun 2015 akan terseleksi alam dan hidup merapat di kota-kota besar. Selebihnya, hotel bujet mendominasi di segala lini baik di pusat kota, daerah wisata, kawasan bisnis dan perdagangan.

44 hotel dalam 7 tahun di 23 Daerah

Hotel Amaris di Pasar Baru-Jakarta menjadi hotel ke-44 dan sekaligus mengkhatamkan pembangunan hotel Amaris di penghujung tahun 2014. Sebuah pencapaian yang lumayan agresif. Amaris berkembang pesat di sejumlah wilayah yang berkategori sedang berkembang baik dalam bisnis maupun pariwisata..

Ke-44 hotel itu sudah termasuk yang beroperasi di Singapura pada medio 2013. Sebagai hotel chain lokal, langkah berani Grahawita Santika mendebutkan Amaris di pasar ASEAN patut diacungi jempol.

Menempati lokasi strategis dan merupakan pusat perbelanjaan terkemuka di Bugis Junction, Amaris Bugis-Singapura terbukti mampu menorehkan prestasi. Okupansi rata-rata yang dicapai bikin investor lega yaitu 70-80 persen per bulannya. Tidak berbeda jauh dengan pencapaian Amaris di Indonesia. Di bulan November 2014, menurut Hinggi Safaranti, Corporate Assistant Marketing Communication Manager Santika Indonesia Hotels & Resort, okupansi Amaris Bugis berada di angka 77 %. Angka tersebut diprediksi naik di bulan Desember. Mengingat peak season perayaan natal dan tahun baru.

Untuk tarif per malam yang ditawarkan hotel dengan 38 kamar itu juga lumayan kompetitif yaitu sebesar 130 dollar atau Rp 1,5 juta jika dikurskan ke rupiah saat ini (Rp 12.000/dolarnya). Ini setara dengan tarif hotel bintang tiga di Singapura. Meski begitu, tak mengurangi antusias tamu yang menginap di sana. Amaris bisa diadu kualitas dengan hotel kakap di Singapura. 



Namun begitu, kata Hinggi, di tahun 2015, belum ada rencana untuk kembali memelarkan Amaris di pasar ASEAN. Banyak pertimbangan yang harus dikaji lebih dalam dan cermat terutama soal tingginya investasi dan proses perijinan. Dan lagi, jika melihat tren ke depan, angin bisnis hotel di Indonesia lumayan bertiup kuat. Incarannya tamu domestik yang makin empuk digarap. Di samping itu kegairahan Kementerian Pariwisata menggenjot target 20 juta wisatawan dan menyosong Masyarakat Ekonomi ASEAN, bisnis hotel secara keseluruhan makin semringah.

Untuk itu, Guido Andriano, Corporate Director Marketing Santika Indonesia Hotels & Resort, makin cermat  memilih lokasi pengoperasian Amaris. Meski Amaris  masuk dalam gerbong Santika, artinya jika Santika beroperasi, tak lama kemudian Amaris berdiri, namun tetap harus lebih jeli menganalisa prospek pertumbuhan bisnis dan pariwisata di suatu wilayah. Setidaknya dalam kurun waktu 5 -10 tahun ke depan, daerah tersebut harus menunjukkan perkembangan yang progresif.

Selama ini okupansi Amaris yang terbesar, rata-rata masih disumbang dari daerah yang notabene relatif mapan dalam pertumbuhan ekonominya, seperti Jakarta, Bandung, Bogor, Bekasi, Surabaya, Jogja, Semarang, Samarinda, Gorontalo, Ambon, dan Palangkaraya.

Guido mengakui, sejumlah daerah memang terdapati dalam keadaan jenuh hotel. Diantaranya Bali, Bandung, Surabaya dan Medan. Kondisi ini, menurut Guido menjadi lampu kuning, yang harus disikapi ekstra sekaligus lebih kreatif lagi mempertahankan loyalitas tamu.


Penentuan segmennya pun lebih tajam dibidik yang disesuaikan dengan karakter wilayah. Misal, segmen tamu transit, tamu bisnis, tamu leasure, atau keduanya bisnis dan leasure. Saking fokusnya menembak sasaran, Guido mengaku tak segan  menolak calon investor yang ingin bekerja sama. Tak semua wilayah yang strategis dan baik pertumbuhannya, lantas serta merta Amaris bisa berdiri. Harus diperhitungkan juga aspek kompetisi atau supply hotel di area tersebut. Ini  untuk menghindari terjadinya oversuplay.

Makanya, tak heran, kepiawaian Amaris meracik formula smart hotel berbujet ekonomis ini  makin menguatkan citra Amaris sebagai trendsetter perkembangan hotel bujet di Indonesia. Ini belum soal layanan dan berbagai program menarik untuk memelihara loyalitas tamu.

Hinggi menyebut salah satunya program Santika Important Person. Sebagai bagian grup Santika, Amaris membangun sinergisitas yang menguntungkan tamu. Tamu yang berstatus menjadi member, selain diberikan diskon khusus menginap berkesempatan pula menginap gratis di hotel  di seluruh jaringan hotel Santika di Indonesia. Syaratnya, jika sudah memiliki poin dalam jumlah tertentu.

Tahun 2015, jika tidak ada aral melintang, secara keseluruhan sebanyak 20 hotel besutan PT Grahawisata Santika siap nangkring. Amaris mengambil porsi terbanyak diantara brand Santika dan Santika Premiere.

Untuk lokasi, Amaris akan berekspansi di Kupang, Bengkulu dan Madiun. Meski begitu, tetap memperkuat pangsa pasar yang sudah populer seperti Bali, Makassar dan Tangerang. Khusus di Makassar, dipastikan Amaris akan membuka dua unit hotel yaitu Amaris Hotel Hertrasning-Makassar dan Amaris Hotel Petarani-Makassar.

Tulisan ini juga dimuat di Majalah Venue, edisi Januari 2015

Monday, April 7, 2014

Bisnis Apartemen Bagi Pensiunan



Pensiun adalah masa dimana kita mengakhiri tugas kita pada suatu perusahaan, dengan dana pensiun yang kita miliki dari perusahaan mewajibkan kita untuk berpikir kemana dan apa yang dilakukan setelah pension. Tentunya mencari penghidupan yang baru dengan membangun usaha adalah pilihan yang harus diambil, mengingat usia yang sudah tidak layak lagi sebagai pekerja baru pada perusahaan yang kita ingin kan. Cenderung perusahaan juga tidak menerima kita karena usia sudah tua.
Beberapa pensiunan banyak mengalihkan uang pensiunnya untuk membangun usaha, anggaplah si A pensiunan dari Pertamina menerima dana pensiunnya sebesar Rp. 1 miliar. Akhirnya memilih bisnis percetakan karena ditawari oleh seorang pebisnis percetakan yang katanya menyanggupi menjalankan percetakannya. A menginvestasikan dananya sekian ratus juta untuk membeli peralatan mesin-mesin untuk bisnis percetakannya ini. Secara bisnis , usaha ini akhirnya berjalan dan memperoleh berbagai macam transaksi. Namun secara kebetulan suatu saat pebisnis yang tadinya menjalankan bisnis ini mengundurkan diri karena tergiur untuk bisnis sendiri. Selanjutnya usaha ini dijalankan sendiri. Secara keahlian A tidak mempunyai pengalaman dibidang percetakan baik pemasaran maupun teknisnya, secara lambat laun bisnis ini menurun, itulah yang akhirnya terjadi. Hingga akhirnya A memutuskan ingin menjual peralatan percetakan.
B adalah pensiunan dari Bank Mandiri dengan dana sebesar Rp. 800 juta, memilih mengivestasikan uang pension untuk membeli bangunan berukan ruko di persimpangan jalan. Harga property tersebut sebesar Rp. 1 miliar, B menggunakan uangnya sebesar Rp. 500 juta untuk pembelian ruko dan sisanya menggunakan dana bank ( Pinjam ). Property tersebut oleh B direhab dibuat sekat-sekat sehingga menjadi ukuran 3 x 3 dan 4 x 4 sebanyak 5 unit. B kemudian menyewakan unit-unit tadi kepada pihak lain dengan harga perunit Rp. 10 hingga Rp. 12 juta pertahun. Bisnis ini berjalan hingga saat ini.  Dan B bisa menikmati masa pensiunnya dengan memperoleh hasil dari investasi property tadi tanpa juga diberatkan dengan amgsuran kepada Bank karena semua sudah tercover dari pendapatan sewa tadi bahkan lebih untuk kepada bisnis usaha lain yang inin dikerjakan B.
Dengan cara dan perhitungan yang baik, bisnis property memang cenderung lebih menguntungkan daripada investasi kepada bisnis yang lain, pada bisnis ini kita cenderung tidak serta merta memfokuskan diri mengawasi property tadi, beda halnya dengan bisnis makanan dimana kita wajib focus memperhatikan semua aspek yang berhubungan dengan makanan tadi meliputi rasa, tampilan, jenis makanan, warna , pengantaran dan lain-lain untuk tidak mengecewakan pelanggan. Property cenderung tidak sefokus bisnis makanan dan lebih banyak memberi waktu kita untuk melakukan hal-hal lain. Sehingga bisa dibilang cocok untuk para pensiunan yang ingin menginvestasikan dana pensiunnya pada bisnis serta menikmati masa-masa pensiunnya tanpa khawatir kekurangan atau tidak memiliki pemasukan.
Dalam hal mengivestasikan dana pensiun, kami memiliki masukan penggunaan dana tersebut yaitu dengan menginvestasikannya pada bidang property, dan disini kami menyarankan Bisnis apartemen. Membeli apartemen bukan berarti untuk anda tempati hingga  seterusnya, membeli apartemen dalam hal ini sebagai investasi anda yang menghasilkan bagi anda karena membeli apartemen tadi. Apartemen-apartemen yang anda beli tadi akan kami kelola seprofesional hotel bintang sehingga anda hanya akan menerima hasil bersih dari kegiatan kami tadi. Kami akan melakukan penjualan/penyewaan dengan system hotel, perawatan, pelayanan kepada tamu apartemen dan pengurusan operasional apartemen meliputi pembayaran service, biaya listrik, air dan telp.
Anda sebagai pemilik apartemen hanya akan menerima hasilnya dan menikmati masa-masa pensiun dengan terus menerima pendapatan dari apartemen anda.
Berapa yang anda perlukan untuk memiliki apartemen anda, berikut adalah perkiraan rancangan investasi anda.
Harga Apartemen                                          Rp. 290.000.000,- ( Apartemen P. wangi Samarinda )
Uang muka                                                    Rp.    55.000.000,-
Perkiraan angsuran 10 thn                             Rp.      3.000.000,-/bulan
Penjualan/Penyewaan Apartemen :
Perbulan                                                                                                           Rp.      7.000.000,- atau
Harian @ Rp. 300.000,-/malam okupansi 25 hari maka perbulan                  Rp.      7.500.000,-
Biaya Operasional Rp. 1 juta perbulan ( Biaya service, PDAM/PLN )
Sisa Rp. 6.000.000,-

Dari hasil skema diatas setelah dipotong angsuran kepada Bank, anda masih bisa menerima penghasilan dari apartemen tadi. Bagaimana jika anda mempunyai lebih dari 1 apartemen, misal anda investasi 5 atau 10 apartemen, tentu hasilnya lebih besar dan secara operasional, perawatan dan penjualannya adalah menjadi bagian kami. System dan cara penjualan kami lakukan secara offline maupun online, kerja sama dengan perusahaan-perusahaan secara corporate rate maupun umumatau walk in guest
so kapan sebaiknya beli apartemen? sebaiknya sebelum anda mencapai masa pensiun, jadi ada persiapan-persiapan dan kesiapan untuk semua situasi yang mungkin perlu menjadi pertimbangan.

Tuesday, February 11, 2014

Guest House = @t Home Hotel



Guest house adalah suatu tempat menginap yang disediakan bagi tamu-tamu pemilik rumah dimana bangunan ini bisa tersendiri ataupun menyatu dengan sipemilik rumah. Ada juga dimana pemilik rumah menyediakan atau menyiapkan kamar tersendiri bagi tamu-tamu yang dalam kondisi tertentu menginap dirumah sipemilik rumah, salah satu contohnya jika pemilik rumah mendapat kunjungan dari keluarga jauh, saudara dan lain-lain yang kemudian menginap.
Bagi perusahaan-perusahaan yang dalam setiap bulannya sering menerima tamu dari luar baik dalam rangka kunjungan kerja dan lain-lain, memiliki guest house sangat menghemat karena akan mengurangi pengeluaran untuk biaya akomodasi jika tamu-tamu mereka di inapkan diHotel.
Saat ini banyak bermunculan guesthouse dalam bentuk komersil atau guest house yang dibuat dimana kamar-kamar yang tersedia untuk dijual kepada masyarakat umum, kamar yang tersedia bermacam-macam dengan di hias dengan interior yang menarik sehingga nyaris bahkan sama dengan fasilitas Hotel berbintang bahkan harga pun bisa dibilang menyaingi harga kamar Hotel.
Karena “guestHouse” yang saat ini secara komersil menjadi “Hotel at Home” tentu saja secara perlahan namun pasti Guest House menjadi Thread atau ancaman secara bisnis bagi Hotel yang disekitar terdapat “GuestHouse” atau sebaliknya.
Terlepas dari itu semua ada 2 konsep yang saat ini diterapkan dalam operasional Hotel pada umumnya yang bisa diterapkan pada usaha GuestHouse.

1.       Konvensional.
2.       Syariah.

Kosep konvensional yaitu konsep umum dimana Hotel menjual Hotel berserta fasilitasnya kepada masyarakat umum dengan membayar sejumlah uang sebagai biaya pengganti fasilitas yang digunakan oleh tamu tanpa batasan tertentu.
Konsep syariah yaitu konsep yang diterapkan dengan berlandaskan syariah Islam dimana tamu-tamu yang menginap harus wajib sesuai dengan kaidah yang diterapkan dalam syariah islam, namun secara umum, tamu-tamu juga bebas memanfaatkan semua fasilitas yang terdapat diHotel ataupun Guest House. Dan untuk melengkapi konsep syariah ini, pemilik bisa mengajukan sertifikat Halal ke Majelis Ulama Indonesia sebagai syarat untuk memenuhi Konsep syariah Hotel/GuestHouse.
Penulis pernah menyusun ketentuan-ketentuan sebuah hotel menjadi syariah jika melaksanakan konsep Hotel Syariah seperti pada tulisan tersebut, konsep ini juga bisa diterapkan pada Guest House anda, dan dijalankan dengan penuh komitmen.
GuestHouse saat ini bisa dikatakan sebagai bentuk mini dari usaha Hotel, karenanya dalam opersional secara profesional, sebuah Guest House bisa dilengkapi dengan struktur Organisasi yang terdiri Manajer GuestHouse, RoomBoy/Roommaid, Cook, waiter/tress, gardener/tukang kebun, houseman/public area, accounting/bagian pencatatan. Jumlah staf tergantung dari jumlah kamar yang tersedia, untuk roomboy/roommaid pada hotel biasanya 1 roomboy/maid menangani 15 – 20 kamar, jika kamar guest anda sampai dengan 20 kamar, anda bisa menyediakan roomboy/maid sebanyak 2 orang ( bisa lebih ) sementara staff yang lain ( Cook, gardener, public area, accounting ) bisa satu-satu.
Untuk perawatan mesin-mesin, elektrikal, anda bisa manfaatkan dari luar/outsorching baik itu perawatan AC, TV/Kipas angin, dan lain-lain.
Untuk keamanan anda juga bisa memanfaatkan dari pihak luar, karena cenderung GuestHouse Berada suatu area kampung umum, keamanan terpadu bisa anda manfaatkan dengan membayar lebih untuk keamanan yang biasanya dikelola oleh RT atau Ketua kerukunan suatu wilayah. Tetapi jika tidak menutup kemungkinan sebaiknya anda membayar tenaga keamanan sendiri.
Ada banyak type kamar yang bisa anda contoh dan terapkan di Guest yang anda miliki, menerapkan secara penuh fasilitas yang terdapat pada Hotel berbintang kepada kamar anda juga merupkan hak anda, misalnya, kamar tersedia Tv dengan  puluhan channel, tempat tidur yang nyaman, kamar mandi tersedia air panas dan dingin, kulkas, telp, dan lain-lain. Tentunya anda akan menyesuaikan harga dengan fasilitas yang ada dikamar tersebut.
Tamu lebih nyaman jika memiliki kamar mandi sendiri didalam kamarnya, namun jika terlanjur tersedia kamar mandi yang sharing atau bergantian dengan melik kamar yang lain, sebaiknya anda membuat peraturan yang harus dihormati oleh sesama tamu anda, misalnya tidak diperkenankan keluar kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk saja, membawa sendiri peralatan mandi masing-masing, tidak membuang sisa-sisa sampah mandi dengan sembarangan dikamar mandi, menyadari pentingnya mengatur lama waktu bagi masing-masing pengguna untuk menghormati pengguna lain.